Baru Dibuka, Tembok Besar China Kena Vandalisme

Kompas.com - 08/04/2020, 09:40 WIB
Ilustrasi Tembok Besar China. pixabay.com/jplenioIlustrasi Tembok Besar China.

KOMPAS.com – Para petinggi di China tengah berharap., ancaman dipermalukan secara publik akan mencegah wisatawan merusak ikon paling terkena negara tersebut – Tembok Besar China.

Bagian dari Tembok Besar bernama Badaling telah dibuka kembali pada 24 Maret 2020 setelah ditutup selama dua pekan akibat merebaknya wabah virus corona (Covid-19).

Mengutip CNN, Selasa (7/4/2020), di hari yang sama bagian tersebut dibuka, seorang pengunjung dilaporkan tertangkap kamera merusak situs bersejarah tersebut menggunakan kunci.

Baca juga: Tembok Besar China Kembali Dibuka untuk Wisatawan

Berita tersebut kemudian menjadi viral dan membuat netizen China geram. Akibatnya, muncul sebuah tagar dalam bahasa China, yang memiliki arti "Tembok Besar dirusak pada hari pertama dibuka kembali."

Tagar tersebut menjadi trending topic di platform media sosial paling terkenal di China-Weibo.

Baca juga: Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Tembok Besar Chinabritannica Tembok Besar China

"Bagaimana bisa perilaku tak beradab seperti itu terjadi berulang kali?" tanya seorang pengguna Weibo, Wuhan Luyoujia, dalam sebuah discussion board, mengutip CNN.

"Saya rasa orang-orang ini harusnya ditangkap dan dipenjara selama 5 hari agar mereka mengingat pelajaran tersebut," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Great Wall Office telah mengimplementasi serangkaian langkah disipliner baru terhadap vandalisme yang efektif pada 6 April 2020.

Baca juga: Ini Alasan Banyak Kuliner Berbahan Terigu di China Bagian Utara

Great Wall Office merupakan bagian yang bertanggung jawab atas urusan administrasi dan publik dalam zona pariwisata khusus Badaling.

“Kami akan memberlakukan hukuman pada 7 jenis vandalisme terhadap peninggalan-peninggalan budaya termasuk pengukiran dan kerusakan lain yang disengaja,” seperti tertera dalam akun Weibo milik Yanqing County Badaling Special Zone Office.

Wisatawan yang nakal juga akan dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist) yang akan diumumkan kepada publik secara rutin guna meningkatkan kesadaran dan tekanan padawisatawan melalui opini publik.

Baca juga: Jangan Nekat Makan Daging Anjing dan Kucing di Shenzhen China

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X