Kompas.com - 20/04/2020, 20:31 WIB
Bunga Tulip di prefektur Chiba, Jepang Timur. shutterstockBunga Tulip di prefektur Chiba, Jepang Timur.


JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona (Covid-19) tak membuat orang Jepang mengurungkan niatnya untuk melihat bunga tulip bermekaran.

Baca juga: Paspor Jepang Terkuat di Dunia Terpaksa Nganggur karena Corona

 

Sakura City yang mengelola alun-alun Prefektur Chiba, Jepang melaporkan adanya 400 orang terlihat di halaman alun-alun pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Melansir Sora News 24, menanggapi hal tersebut, pihak berwenang akhirnya memutuskan untuk memotong 800.000 tulip dari 100 varietas yang berbeda.

Kota tersebut mengatakan keputusan untuk memotong semua tulip sangat disesalkan, tetapi itu harus dilakukan untuk menghentikan orang berkunjung.

Mereka mengatakan bahwa menjaga bunga untuk tetap mekar akan lebih berbahaya karena pasti akan menarik kerumunan orang di tengah pandemi corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi alun-alun dan lokasi tulip dianggap sulit untuk menutup kunjungan, kendati festival telah dibatalkan dan tempat parkir pun ditutup.

Bunga Tulip di prefektur Chiba, Jepang Timurshutterstock Bunga Tulip di prefektur Chiba, Jepang Timur

Pemotongan 800.000 tulip tersebut dianggap baik oleh masyarakat, tetapi ada juga yang mengungkapkan kesedihan.

Kesedihan tersebut diungkapkan oleh petani yang ditugaskan untuk menghancurkan bunga-bunga dan ladang bunga tak berdosa tersebut.

Sebagian lain memuji dan mendukung pihak pengelola alun-alun agar orang tak berkunjung.

Mereka saling mengajak agar orang datang berkunjung kembali ke alun-alun setelah pandemi selesai dan berharap pada saat itu, ada kesempatan untuk mengunjungi air terjun Ghibli.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.