Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah WNI Puasa di Norwegia saat Corona: Tidak Ada Buka Bersama Komunitas WNI

Kompas.com - 29/04/2020, 11:43 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Norwegia menceritakan bagaimana virus corona membuat situasi berbeda Ramadhan kali ini. 

Kompas.com menggali cerita dari Eko Yudha, WNI di Stavanger, Norwegia yang mengungkapkan hal paling mencolok dalam Ramadhan di kala situasi corona ini adalah hilangnya tradisi buka bersama komunitas WNI.

"Kita sudah lebih dari lima minggu saya kira tidak berkomunikasi tatap muka langsung sejak lockdown diterapkan di Norwegia karena corona," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Midnight Sun, Hadiah dari Alam di Musim Panas Negara Skandinavia

Selain itu, ibadah shalat di masjid pun ditiadakan. Eko mengatakan Islamsk Råd Norge (IRN), MUI di Norwegia, mengeluarkan fatwa meniadakan shalat berjamaah di masjid.

Seluruh masjid di Norwegia ditutup guna mencegah penyebaran virus corona. Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat menghindari kerumunan, termasuk perkumpulan agama.

"Kemungkinan juga kita gak akan shalat Ied berjamaah nantinya saat Lebaran. Jadi kalau untuk Ramadhan ini kita di rumah semua ibadahnya, mulai dari shalat Jumat atau pun shalat Tarawih," tambahnya.

Baca juga: Cerita WNI di Islandia, Pernah Puasa Selama 22 Jam

Suasana ngabuburit di Kebun Raya Rogaland Arboret, Norwegia pukul 16.00 waktu setempat (1/5/2020). DOK. PRIBADI EKO YUDHA Suasana ngabuburit di Kebun Raya Rogaland Arboret, Norwegia pukul 16.00 waktu setempat (1/5/2020).

Kendati demikian, ia tetap mengambil sisi positif dari adanya penerapan lockdown yang masih dalam suasana Ramadhan di Norwegia.

Menurutnya, kini dirinya bisa lebih mengakrabkan diri dengan keluarga, dan anak-anak bisa bertanya serta belajar agama kepada orangtua dengan lebih banyak waktu.

Eko menambahkan, saat ini anak-anak usia sekolah dasar kelas 4 di Norwegia sudah kembali belajar di sekolah, sedangkan untuk anak sekolah di atas kelas tersebut masih diperkenankan untuk belajar di rumah.

"Sekarang di Norwegia sudah dibuka sedikit-sedikit tahap lockdown-nya, jadi anak-anak sekolah dari TK sampai kelas 4 SD sudah boleh masuk sekolah," ungkapnya.

Baca juga: Resep Nugget Tempe, Hidangan Praktis untuk Menu Buka Puasa

NorwegiaShutterstock Norwegia
Wabah virus corona juga membuat dirinya tidak bisa mudik tahun ini kembali ke Indonesia. Hal tersebut yang menurut Eko sulit karena dirinya tidak bisa silaturahmi berlebaran dengan orangtua dan sanak saudaranya di Bandung.

Situasi seperti ini yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Eko di mana ia tidak bisa merayakan momen lebaran bersama keluarga besarnya.

"Tahun lalu kan idul fitri itu jatuh di bulan-bulan musim panas kan. Nah, biasanya kita gunakan untuk pulang ke Indonesia, mudik gitu. Ini yang bikin sedih, karena corona kan akhirnya enggak bisa, harus ditunda. Saya sedih terus kalau ingat itu," katanya.

"Bisa saja pulang. Asalkan dengan catatan, WNI izin tinggalnya mau habis, atau kehilangan pekerjaan. Baru boleh diizinkan, dan itu pun mereka tetap harus diisolasi ketika sampai di Indonesia," tambahnya.

Baca juga: 7 Resep Sajian Buka Puasa, Bahan Murah dan Gampang Dibuat di Rumah

Logistik terjamin

Sementara itu, terkait logistik, diakui WNI lainnya di Norwegia, Abdillah Suyuthi, tetap berjalan lancar.

Awalnya, ketika lockdown diterapkan pemerintah Norwegia, Suyuthi mengaku khawatir akan mengganggu jalannya logistik ke berbagai kota.

"Tapi entah bagaimana caranya, pemerintah di sini menjamin pasokan logistik tetap jalan, akhirnya kami enggak kesulitan cari bahan makanan selama bulan Ramadhan ini. Walaupun perbatasan ditutup," katanya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Hanya saja, ia menyayangkan ada beberapa pedagang asal Asia yang dapat dikatakan ajimumpung dan memanfaatkan situasi sulit untuk menaikkan harga-harga bahan makanan.

Baca juga: 4 Hal Inspirasi Film Frozen 2, dari Norwegia sampai Suku Sami

Pria asal Surabaya, Jawa Timur ini lebih menyarankan agar masyarakat atau WNI membeli bahan makanan di supermarket berjaringan luas.

Kata dia, beberapa supermarket di Norwegia memberikan diskon hingga 15 Juni 2020 selama lockdown.

"Ini buat siapa saja, enggak harus orang miskin. Meski ini kebijakan dari supermarket sendiri, hanya saja dari pemerintah pun istilahnya fully support it," kata Suyuthi.

"Misalnya, saya kerja di kantor terus lockdown, di kantor itu ada kantin, dan pegawai kantin otomatis enggak kerja. Mereka dijamin oleh pemerintah melalui pajak rakyat," lanjutnya.

Selain itu, lanjut Suyuthi, Pemerintah Norwegia pun sudah menyiapkan dana untuk pekerja terdampak Covid-19 itu bahkan sampai tahun depan.

"Jadi jika pandemi ini berkepanjangan, Norwegia sudah siap sampai tahun depan," tambahnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Hotel Story
Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Jalan Jalan
Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Jalan Jalan
Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Jalan Jalan
7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

Travel Update
Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Travel Update
Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Travel Tips
Viral Video Antrean Panjang di Dufan, Ini 3 Tips ke Sana Saat Libur Lebaran

Viral Video Antrean Panjang di Dufan, Ini 3 Tips ke Sana Saat Libur Lebaran

Travel Tips
9.000 Pengunjung Padati Dufan Hari Ini, Antrean Wahana Mengular

9.000 Pengunjung Padati Dufan Hari Ini, Antrean Wahana Mengular

Travel Update
Festival Balon di Wonosobo 2024 Digelar 10 Hari, Sempatkan Berkunjung

Festival Balon di Wonosobo 2024 Digelar 10 Hari, Sempatkan Berkunjung

Travel Update
6 Tempat Wisata Dekat Bandara Juanda Surabaya, Banyak Taman Gratis

6 Tempat Wisata Dekat Bandara Juanda Surabaya, Banyak Taman Gratis

Jalan Jalan
Penumpang Whoosh Meningkat 30 Persen Saat Lebaran, KCIC Tambah Perjalanan

Penumpang Whoosh Meningkat 30 Persen Saat Lebaran, KCIC Tambah Perjalanan

Travel Update
Jadwal 'Video Mapping' Monas Hanya sampai 14 April 2024, Sayang Dilewatkan

Jadwal "Video Mapping" Monas Hanya sampai 14 April 2024, Sayang Dilewatkan

Travel Update
The Jungle Waterpark Bogor Hadirkan Promo Tiket dan Hadiah Lebaran

The Jungle Waterpark Bogor Hadirkan Promo Tiket dan Hadiah Lebaran

Travel Update
5 Tempat Wisata Keluarga di Tuban Jatim, Ada Pemandian Alam 

5 Tempat Wisata Keluarga di Tuban Jatim, Ada Pemandian Alam 

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com