Wisata Virtual ke 8 Kedai Kopi Legendaris di Jakarta, Ada yang Berdiri Sejak 1878

Kompas.com - 08/05/2020, 22:52 WIB
Bubuk kopi Kong Djie dijual dengan harga Rp 35.000. Kopi ini sudah ada sejak tahun 1943 dan telah ada di lebih dari 12 cabang di Belitung. Nicholas Ryan AdityaBubuk kopi Kong Djie dijual dengan harga Rp 35.000. Kopi ini sudah ada sejak tahun 1943 dan telah ada di lebih dari 12 cabang di Belitung.

 

3. Kong Djie Coffee, Cideng

Warung kopi ketiga yang dikunjungi adalah Kong Djie Coffee Cideng. Lokasinya berada di Jalan Biak, Cideng, Jakarta Pusat.

Warung kopi ini merupakan kedai kopi pertama Kong Djie Coffee di Jakarta.

Sekadar informasi, kedai kopi Kong Djie sendiri berasal dari Manggar, Belitung yang telah berdiri sejak 1943.

Warung kopi Kong Djie hingga kini telah berada di hampir seluruh wilayah Jakarta. Namun, jika kamu ingin mencari yang pertama berdiri, kedai kopi di Cideng inilah yang bisa dikunjungi.

Kopi yang populer dan wajib dicoba tentu saja Kopi O dan kopi susu panasnya. Jenis kopi yang ada yaitu arabika dan robusta.

4. Bakoel Koffie

Warung kopi yang legendaris dan populer berikutnya adalah Bakoel Koffie. Lokasinya berada di Jalan Cikini Raya Nomor 25, Menteng, Jakarta Pusat.

Warung kopi ini masih memiliki hubungan dengan Warung Tinggi PD, karena didirikan oleh pendiri yang sama yaitu Tek Sun Ho.

Bisa dikatakan, Warung Tinggi merupakan toko penjual biji kopinya, dan Bakoel Koffie adalah kedai kopinya atau kafe.

Adalah generasi keempat dari Tek Sun Ho, pada tahun 2003 meluncurkan kembali toko kopi Tek Sun Ho dalam bentuk kafe yang dinamakan Bakoel Koffie. Pertama kali berdiri di Cikini, Jakarta Pusat.

Pada rentang waktu antara 2001-2010, sudah terdapat delapan kafe Bakoel Koffie di Jakarta seperti di Barito, Pondok Indah Mall, Cikini, Juanda, Senopati, Bellagio, La Piazza Kelapa Gading, Bintaro Sektor 3, dan Bintaro Sektor 7.

Nama Bakoel Koffie sendiri diambil dari ikon seorang pedagang wanita atau penjaja kopi di masa lalu, yang memikul bakul di atas kepalanya.

Konon, ini adalah cikal bakal dari hadirnya Bakoel Koffie yang didirikan Tek Sun Ho.

"Wanita ini pemasok kopinya. Ibu-ibu di atas kepalanya membawa bakul. Suatu hari, ibu-ibu penjual ini yang biasanya menawarkan sayur, justru menawarkan biji kopi yang baru dipetik kepada Tek Sun. Ia pun kaget mengapa bisa ada biji kopi karena kopi sangat langka dijajakan kala itu. Singkat cerita Tek Sun mengolah biji kopi tersebut hingga seperti sekarang," jelas Cindy.

Lambang ikonik ini bisa kamu temukan di setiap gerai Bakoel Koffie.

Toko Kopi Luwak di Gondangdia, Jakarta Pusat. Salah satu toko kopi legendaris nan tersembunyi di JakartaDokumentasi pribadi Cindy Tan Toko Kopi Luwak di Gondangdia, Jakarta Pusat. Salah satu toko kopi legendaris nan tersembunyi di Jakarta

5. Toko Kopi Luwak Gondangdia

Kedai yang merupakan toko kopi ini telah melegenda. Meski demikian, letaknya cukup tersembunyi dan tak jauh dari pasar dan Stasiun Gondangdia.

Kopi Luwak Gondangdia tepatnya berada di Jalan Srikaya I Nomor 25, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Toko kopi luwak Gondangdia, Jakarta PusatDokumentasi pribadi Cindy Tan Toko kopi luwak Gondangdia, Jakarta Pusat

Toko kopi ini begitu populer sejak berdiri pada 1930. Bahkan, toko ini sempat menjadi langganan Presiden Soeharto menikmati secangkir kopi.

"Toko kopinya kecil banget, ada di dekat Stasiun Gondangdia, dan toko roti Lauw. Mengapa legend, karena sempat ada satu masa menjadi kopi kesukaannya Presiden Soeharto," kata CIndy.

Yulin, pemilik toko kopi Luwak Gondangdia, tengah menuang biji kopi ke dalam kemasan.Dokumentasi pribadi Cindy Tan Yulin, pemilik toko kopi Luwak Gondangdia, tengah menuang biji kopi ke dalam kemasan.

Jenis kopi yang dijual tidak banyak, hanya arabica dan robusta. Dulunya, toko kopi ini bernama Toko Kopi Cap Burung Kenari karena dahulu, daerah tersebut semua toko kopi memakai nama burung.

Saat ini, toko dikelola oleh Yulin yang merupakan generasi ketiga Toko Kopi Luwak Gondangdia.

Pada tahun 2012, toko ini berubah nama menjadi Kopi Luwak Gondangdia karena meminjam kepopuleran kopi Luwak pada masa itu. Hal tersebut sekaligus menjawab mengapa toko kopi Luwak tidak satu pun menjual kopi Luwak.

Ada banyak stok kopi yang dijual di sini. Pelanggan bisa membeli per kilogram, atau bahkan masih dalam bentuk biji maupun sudah digiling.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X