Tebing Kuta Lingkung, Potensi Wisata Baru di Kawasan Karst Klapanunggal

Kompas.com - 20/06/2020, 08:15 WIB
Salah satu akses masuk ke Tebing Kuta Lingkung, Klapanunggal, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020). Sisi barat Tebing Kuta Lingkung berbatasan langsung dengan area penambangan semen PT. Indocement Tunggal Perkasa. Pegiat panjat tebing dan masyakarat setempat meminta area Tebing Kuta Lingkung dilestarikan sebagai obyek wisata panjat tebing. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSalah satu akses masuk ke Tebing Kuta Lingkung, Klapanunggal, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020). Sisi barat Tebing Kuta Lingkung berbatasan langsung dengan area penambangan semen PT. Indocement Tunggal Perkasa. Pegiat panjat tebing dan masyakarat setempat meminta area Tebing Kuta Lingkung dilestarikan sebagai obyek wisata panjat tebing.

Tempat wisata dan penambangan

Tebing Kuta Lingkung masih berada di kawasan penambangan aktif salah satu produsen semen di Indonesia--PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Di bagian barat Tebing Kuta Lingkung terlihat sudah ditambang. Area penambangan bisa terlihat jelas di dekat pintu masuk ke lembah Tebing Kuta Lingkung.

Kini, area Tebing Kuta Lingkung sudah ditutup untuk kegiatan pemanjatan tebing.

Pihak produsen semen dalam spanduknya menyebutkan area Tebing Kuta Lingkung berbahaya karena termasuk ke dalam area penambangan aktif dan rawan batuan jatuh.

Baca juga: Goa Cikarae Jadi Tempat Wisata Minat Khusus

Pemanjat sedang memanjat jalur Tuan Senja (tingkat kesulitan 5.9+) Tebing Kuta Lingkung, Klapa Nunggal, Jawa Barat (13/6/2020). Tebing Kuta Lingkung merupakan tebing kapur yang berada di area Karst Klapa Nunggal dan memiliki potensi wisata minat khusus.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Pemanjat sedang memanjat jalur Tuan Senja (tingkat kesulitan 5.9+) Tebing Kuta Lingkung, Klapa Nunggal, Jawa Barat (13/6/2020). Tebing Kuta Lingkung merupakan tebing kapur yang berada di area Karst Klapa Nunggal dan memiliki potensi wisata minat khusus.

Di sisi lain, Anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Jamaluddin mengatakan, kawasan karst Klapanunggal memiliki potensi wisata minat khusus seperti telusur goa dan panjat tebing.

"Saat ini, minat berkegiatan wisata minat khusus pada kawasan tersebut sangat tinggi, khususnya untuk masyarakat penggiat panjat tebing Jabodetabek, dan sangat berpotensi untuk mendatangkan turis dari daerah lain, maupun mancanegara yang memiliki minat terhadap wisata petualangan," kata Jamal kepada Kompas.com.

Baca juga: Garunggang Sampai Cikarae, Wisata Goa di Karst Klapanunggal

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X