Kompas.com - 22/08/2020, 07:07 WIB
Embung Manajar di Boyolali dengan latar belakang Gunung Merapi. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAEmbung Manajar di Boyolali dengan latar belakang Gunung Merapi.

KOMPAS.com – Embung ternyata tidak hanya bermanfaat untuk sektor pertanian saja. Beberapa embung juga dimanfaatkan untuk sektor wisata, salah satunya Embung Manajar yang ada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Salah satu alasan mengapa Embung Manajar juga dimanfaatkan untuk sektor wisata adalah karena keindahan panorama yang ada di sana.

Jika Embung Kledung di Kabupaten Temanggung memiliki latar belakang Gunung Sumbing yang memesona, Gunung Merapi menjadi latar belakang Embung Manajar.

Adapun, Embung Manajar tepatnya berlokasi di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Jarak tempuh dari Kota Boyolali adalah sekitar 20 kilometer (km) dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Embung Manajar juga jadi salah satu alternatif tujuan wisata masyarakat Kota Solo dengan jarak kurang-lebih 49 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Pemandangan di Embung Manajar

Embung Manajar terletak di lereng sebelah selatan Gunung Merbabu. Menurut peta topografi Google Maps, embung ini berada di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dari ketinggian itu, pemandangan ke arah selatan pun begitu terbuka. Pengunjung Embung Manajar bisa menyaksikan Gunung Merapi yang begitu gagah.

Saat cuaca cerah, gunung api yang masih aktif itu bisa disaksikan dengan begitu jelas dengan puncaknya yang berpasir dan mengeluarkan asap.

Gunung Merapi yang menawan itu pun kerap dijadikan latar belakang foto pengunjung. Tak jarang mereka mengombinasikan foto embung dengan Gunung Merapi.

Baca juga: Waduk Cengklik, Tempat Menanti Keindahan “Sunset” Terbaik di Boyolali

Jiak cuaca sedang sangat cerah, tak hanya Gunung Merapi yang akan menampakkan dirinya. Gunung-gunung lainnya pun seolah tak mau ketinggalan.

Mulai dari ufuk timur, Gunung Lawu yang ada di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur tampak bagaikan melayang di angkasa.

Gunung Lawu yang bisa dilihat dari Embung Manajar Boyolali.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung Lawu yang bisa dilihat dari Embung Manajar Boyolali.

Kemudian di ujung barat, terlihat Gunung Sumbing yang ada di Kabupaten Temanggung, Wonosobo, dan Magelang.

Bahkan, atap tertinggi Jawa Tengah, yakni Gunung Slamet setinggi 3.428 mdpl pun ikut terlihat, meski begitu kecil di kaki langit sebelah barat.

Menikmati pemandangan seperti itu makin nikmat dengan ditemani semilir angin pergunungan yang sejuk.

Meski obyek wisatanya adalah embung, pengunjung hanya bisa memandang atau memotretnya saja.

Baca juga: 5 Obyek Wisata Boyolali, Pas untuk Dikunjungi saat Mudik

Itu karena terdapat pagar yang mengitari embung seluas sekitar 1.602 meter persegi tersebut untuk alasan keamanan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, kondisi jalan menuju lokasi embung cukup menanjak dan hanya bisa dijangkau sepeda motor.

Saking menanjaknya, tidak sedikit sepeda motor yang gagal melalui tanjakan, terutama yang dipakai berboncengan.

Namun, telah tersedia jasa ojek bagi mereka yang sepeda motornya tidak kuat menanjak atau pengendara tidak berani melalui jalan terjal.

Embung Manajar Boyolali dari udara.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Embung Manajar Boyolali dari udara.

Adapun, tarif ojek per Jumat (21/8/2020) adalah Rp 15.000 untuk perjalanan naik dan Rp 10.000 untuk perjalanan turun.

Pengunjung juga akan dimintai retribusi sebesar Rp 5.000 untuk dana konservasi pembibitan dan penanaman oleh kelompok tani hutan setempat.

Jika hendak berkunjung ke Embung Manajar saat pandemi seperti ini, pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun, dan tidak bepergian ketika sakit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X