Kompas.com - 22/10/2020, 18:20 WIB
Ilustrasi Alun-alun Bandung. Dok. ShutterstockIlustrasi Alun-alun Bandung.

KOMPAS.com – Adanya imbauan kegiatan wisata berbondong-bondong ke Puncak, Bogor, dan Bandung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuat pariwisata Jawa Barat (Jabar) bersiap-siap menyusun langkah antisipasi.

“Berdasarkan arahan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 pak Doni Monardo, hindari kerumunan. Kita antisipasi di libur panjang dengan pengetatan protokol kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jabar Deddy Taufik kepada Kompas.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Itinerary Road Trip 3D2N di Jawa Barat dari Bogor ke Bandung

Adapun, langkah tersebut telah dibahas oleh Deddy, sejumlah pelaku industri pariwisata, Dinas Pariwisata di kota dan kabupaten Jabar, serta Satgas Covid-19 nasional dalam pertemuan virtual beberapa waktu lalu.

Salah satu bentuk antisipasi yang dilakukan oleh kota dan kabupaten di Jabar, ungkap Deddy, adalah dengan semakin gencar menyebarkan edukasi terkait penerapan gerakan 3M selama berwisata.

“Sosialisasi lewat media sosial agar mematuhi 3M. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” kata Deddy.

Selain itu, masing-masing tempat wisata di Jabar pun sudah memiliki tim Satgas untuk mengelola hal-hal yang berkaitan dengan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Cafe Baru yang Instagramable di Bandung, Apa Saja?

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tempat wisata, serta pelaku pariwisata lainnya di Jabar siap menghadapi arus wisatawan selama libur panjang.

“Kami pastikan kesiapannya, jangan sampai ada klaster baru di tempat wisata,” ucap Deddy.

Dia menambahkan, pergerakan wisatawan selama libur panjang di Jabar diprediksi akan terjadi pada 28 Oktober – 1 November 2020.

Pengguna kendaraan dan penyeberang jalan di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/07) yang tidak mengenakan masker.RAISAN AL FARISI/ANTARA FOTO Pengguna kendaraan dan penyeberang jalan di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/07) yang tidak mengenakan masker.
Terus pastikan penerapan kesehatan

Sembari menunggu tibanya libur panjang, Deddy dan pihaknya kerap berkunjung ke sejumlah daerah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan sudah benar.

“Sudah lakukan rapat kordinasi dan sekarang sedang melakukan pemantauan. Hari ini ke Sukabumi, ke hotel-hotel dan tempat wisata untuk pastikan protokol kesehatan (masih diterapkan),” kata Deddy.

Terkait aturan jaga jarak, Deddy mengimbau kepada penggiat pariwisata agar jangan ada pelonggaran terhadap kapasitas kunjungan wisatawan.

Baca juga: Wisata ke Taman Bougenville Bandung, dari Trekking hingga Menginap

Sebagai contoh, kapasitas wisatawan di tempat wisata alam, desa wisata dan fasilitas penunjang, konservasi alam atau hewan ex situ, wisatawa buatan, dan wahana permainan luar ruangan di Kabupaten Bogor saat ini dibatasi maksimal 50 persen.

“Kapasitas ruang harus dibatasi. Itu yang perlu disamakan antara kabupaten dan kota, serta pihak pusat dan pelaku industri pariwisata. Kita sudah menyikapi arahan dari pemerintah pusat,” ujar Deddy.

Sejumlah tempat wisata seperti Farmhouse, Orchid Forest Cikole, atau The Lodge Maribaya, kata Deddy, sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Namun Deddy tetap memastikan bahwa tempat-tempat wisata tersebut tetap waspada agar protokol kesehatan yang diterapkan tidak longgar dan memiliki celah.

“Semua sudah menggunakan protokol kesehatan, tapi saya pastikan kepada mereka untuk lebih waspada,” ucap Deddy.

Baca juga: Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

“Misal masih periksa suhu tubuh pakai thermo gun atau bagaimana, (imbauan) cuci tangan dan pakai masker (masih dilakukan). Seperti itu,” lanjutnya.

Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

Pemantauan pergerakan wisatawan

Saat ini, Deddy mengatakan bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan para pelaku industri pariwisata seperti hotel yang memiliki layanan pemesanan daring.

Hal ini, tutur Deddy, merupakan cara bagi pihaknya untuk memprediksi berapa banyak wisatawan yang akan memasuki Jabar.

“Dalam beberapa hari bakal ditunggu data dari PHRI, tempat wisata, data akan kita analisa bersama untuk antisipasi kunjungan,” ujar Deddy.

Melalui data tersebut, nantinya pihak Deddy akan mengetahui daerah mana saja yang akan memiliki jumlah kunjungan terbanyak untuk semakin diawasi penerapan protokol kesehatannya.

Sembari menunggu, Deddy menuturkan bahwa pihaknya akan terus memantau penerapan protokol kesehatan di perhotelan dan tempat wisata menjelang libur panjang.

Sebelumnya pada Senin (19/10/2020), mengutip Kompas.com, Senin, Tito memberikan imbauan guna mencegah munculnya kenaikan kasus Covid-19.

Baca juga: Masyarakat Diminta Tak Berbondong-bondong ke Puncak atau Bandung Saat Libur Panjang

“Tempat hiburan ini yang pertama kita minta menahan diri untuk tidak ikut berkerumun di satu tempat, karena untuk keselamatan bapak-bapak, ibu-ibu, untuk saudara-saudara sendiri bersama keluarga,” kata Tito usai rapat dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

"Kita ingat klaster keluarga, satu terkena, semua terkena. Karena itu satu menahan diri untuk tidak berlibur ke tempat yang akan banyak kerumunan. Seperti Puncak misalnya, atau di daerah Bandung, di pantai, dan lain-lain," lanjut Tito.

Tito dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan berkoordinasi guna mengantisipasi munculnya kerumunan pada libur panjang tersebut.

Nantinya, di lokasi obyek wisata, pengelola akan membatasi kapasitas dan melarang segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.