Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Kompas.com - 22/10/2020, 17:30 WIB
Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaKepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau agar masyarakat tidak berbondong-bondong berlibur ke Puncak, Bogor, dan Bandung saat libur panjang pada akhir Oktober 2020.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat (Jabar) Deddy Taufik setuju bahwa imbauan perlu dilakukan.

“Imbauan itu perlu supaya kerumunan yang terjadi di lapangan bisa terkendali. Di sisi lain, kepentingan kesehatan perlu, dan ekonomi untuk pemulihan juga perlu,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: 6 Hotel di Kota Bogor Bagikan Promo, Bisa Masuk Kebun Raya Bogor

Namun, Deddy menuturkan, pihaknya tidak menampik ada kemungkinan masyarakat tetap berwisata pada libur panjang.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar Herman Muchtar juga mengatakan imbauan tersebut merupakan hal wajar.

Herman pun tidak menampik masih akan ada wisatawan yang berwisata ke tiga daerah tersebut.

"Imbauan tersebut agar masyarakat waspada, dan pengusaha juga harus disiplin dengan protokol kesehatan,” ungkap Herman kepada Kompas.com.

Baca juga: Museum Pos Indonesia di Bandung, Ada Prangko Pertama di Dunia

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X