Kompas.com - 22/10/2020, 11:01 WIB
Fokus garap segmen wisatawan nusantara (wisnus) jadi bukti sigap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) dalam memulihkan perekonomian Indonesia. DOK. PRIBADI/KEMENPAREKRAFFokus garap segmen wisatawan nusantara (wisnus) jadi bukti sigap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) dalam memulihkan perekonomian Indonesia.

KOMPAS.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengapresiasi kebijakan pemerintah yang akan menggelontorkan diskon pariwisata ke wisatawan nusantara (wisnus) sebesar Rp 2,35 juta per orang.

Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/10/2020).

"Ini langkah bagus. Kami optimis bahwa pemerintah sudah melakukan sesuatu yang out of the box. Biasanya kan konsep yang dikeluarkan oleh kebijakan itu adalah kebijakan yang biasa saja," kata Maulana.

Baca juga: Citra Pariwisata Indonesia di Mata Dunia Selama Pandemi Covid-19

Ia juga mendukung realisasi bantuan ini yang akan dilakukan setelah vaksin sudah ada atau pada 2021.

Menurut Maulana, apabila kebijakan tersebut sudah dikeluarkan sejak sekarang, maka itu belum dapat membantu industri pariwisata khususnya hotel dan restoran.

"Karena kan pergerakan orang masih kecil. Jadi, langkah yang tepat jika ini dikeluarkan setelah vaksin sudah ada," tutur dia.

Wisatawan Nusantara dan mancanegara bisa menikmati matahari terbenam di Lembah Ranggu sambil menginap di Villa De Ros Beakalo, Kelurahan Golo Ru,u, Kec. Kuwus, Kab. Manggarai Barat, Flores, NTT, 31 Desember 2019. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Wisatawan Nusantara dan mancanegara bisa menikmati matahari terbenam di Lembah Ranggu sambil menginap di Villa De Ros Beakalo, Kelurahan Golo Ru,u, Kec. Kuwus, Kab. Manggarai Barat, Flores, NTT, 31 Desember 2019. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Namun, pihaknya berharap apabila subsidi traveler ini diperpanjang jangka waktunya sampai 2021. Menurut dia, ada batasan waktu dalam subsidi yang akan diberikan.

Maulana juga menilai, kebijakan pemerintah yang akan menggelontorkan diskon pariwisata ke wisnus dengan cara melihat Nomor Induk Kependudukan (NIK) adalah cara yang paling tepat.

"Bagusnya, subsidi traveler itu, dia ini kriterianya jelas berdasarkan NIK. Jadi bisa melihat juga pergerakan wisatawan ini dari mana," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa anggaran stimulus pariwisata sebesar Rp 1 triliun akan digelontorkan pada Desember 2020.

Baca juga: Pemerintah Akan Beri Diskon Wisata Rp 2,35 Juta Per Orang pada 2021, Ini Syaratnya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.