Kompas.com - 07/02/2021, 14:22 WIB
Simulasi penanganan wabah virus Corona di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Kamis (30/01/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIASimulasi penanganan wabah virus Corona di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Kamis (30/01/2020).

KOMPAS.com – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah sudah beroperasi kembali, Minggu (7/2/2021) sejak pukul 06.00 WIB setelah tutup akibat banjir pada Sabtu (6/2/2021).

Menurut keterangan pers yang diberikan PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, saat ini cuaca di sana kian membaik.

“Kegiatan operasional di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani pagi ini sudah kembali beroperasi normal seperti semula,” kata General Manager PT AP I Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto.

Meski begitu, pihaknya akan selalu memonitor keadaan di lapangan untuk memantau perkembangan cuaca dan trafik pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo.

Baca juga: Bandara Ahmad Yani Semarang Tutup Sementara Akibat Banjir

Sejak keadaan bandara kembali normal, sebanyak 26 penerbangan sudah beroperasi kembali, termasuk 13 penerbangan yang datang dan 13 penerbangan yang berangkat.

Adapun, rute dalam 26 penerbangan tersebut adalah Jakarta, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, dan Makassar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Terdapat satu penerbangan dibatalkan pada hari ini, yaitu Wings Air IW 1802 tujuan Semarang-Denpasar,” tulis keterangan pers tersebut.

Meski begitu, penerbangan pertama yang telah diberangkatkan pada 06.30 WIB adalah Wings Air IW 1800 tujuan Semarang-Surabaya. Sementara pesawat yang pertama kali mendarat pada 06.55 WIB adalah Garuda Indonesia GA 232.

Upaya pembersihan area bandara

Hardi menuturkan, penanganan khusus telah dilakukan sejak malam hari hingga pagi tadi sebelum operasional dengan melakukan pengeringan dan pembersihan area landas pacu (runway).

Untuk diketahui, runway bandara tersebut sempat ditutup pada Sabtu karena terdapat genangan air dan Foreign Object Damage (FOD) yang dapat mengganggu operasional penerbangan jika terdapat pesawat yang landing atau take off.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Pelaku Usaha Pariwisata di Kabupaten Semarang Mengeluh

Sebelum beroperasi kembali , pembersihan runway dilakukan menggunakan runway sweeper untuk membersihkan FOD dan genangan air di sana dan di taxiway.

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani SemarangKOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang

“Selain itu, kendaraan birdstrike juga selalu dipergunakan untuk mengusir burung-burung yang berada di bahu runway,” jelas Hardi.

Area bandara juga memiliki 54 unit pompa air yang telah dioperasikan sejak Sabtu hingga saat ini untuk terus menyedot genangan air yang tersisa.

Jadwal inspeksi selama musim hujan

Terkait inspeksi di sisi udara, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani meningkatkannya jadwal inspeksi selama musim hujan dengan menambahkan jadwal inspeksi setelah hujan reda.

Inspeksi dilakukan untuk memastikan tidak adanya genangan air di sisi udara yang dapat mengganggu proses take off maupun landing pesawat udara.

Apabila ditemukan adanya genangan air, petugas pada saat itu juga akan melakukan pembersihan dengan menggunakan kendaraan runway sweeper.

Sebelumnya, jadwal inspeksi hanya tiga kali sehari yakni sebelum jam operasional pada pagi hari, saat jam operasional pada siang hari, dan setelah jam operasional selesai pada malam hari.

Baca juga: 6 Tempat Wisata di Sekitar Semarang yang Wajib Dikunjungi

Berdasarkan data yang dipaparkan Hardi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan rata-rata di BMKG Ahmad Yani pada Februari selama 1990-2019 adalah sebanyak 357,5 milimeter (mm).

Sementara pada 5-6 Februari 2021, kriteria hujan di Kota Semarang dan sekitarnya berada pada kategori ekstrem, yakni >150 mm per hari.

“Maka dari itu dengan adanya langkah-langkah antisipasi menghadapi musim penghujan, kami berharap cuaca akan segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berjalan normal secara terus menerus,” ujar Hardi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

Travel Tips
PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

Travel Update
Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Travel Tips
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Travel Update
Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.