Kompas.com - 23/04/2021, 10:46 WIB
Makkah, Arab Saudi Dok. VISITSAUDI.comMakkah, Arab Saudi

KOMPAS.com - Arab Saudi akan kembali membuka penerbangan internasional mulai 17 Mei 2021. Namun pembukaan perjalanan tersebut tidak berlaku untuk 20 negara.

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19 untuk Umrah

Pihak maskapai penerbangan Saudia mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Arab Saudi Batasi Kunjungan, Penumpang Saudia Airlines Bisa Reschedule

Melansir Arabnews.com, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebutkan negara-negara negara yang tidak dapat melakukan perjalanan internasional dengan Arab Saudi, yaitu Argentina, Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, Amerika Serikat, Indonesia, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India, dan Jepang.

Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Media Saudi ini, sejumlah jemaah haji bergerak dengan jaga jarak, mengelilingi Kabah yang berbentuk kubus dalam ritual pertama haji, karena mereka menjaga jarak sosial untuk membatasi paparan dan potensi penularan virus corona, di Masjidil Haram di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020.AP Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Media Saudi ini, sejumlah jemaah haji bergerak dengan jaga jarak, mengelilingi Kabah yang berbentuk kubus dalam ritual pertama haji, karena mereka menjaga jarak sosial untuk membatasi paparan dan potensi penularan virus corona, di Masjidil Haram di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020.

Sebelumnya, sejak 3 Februari 2021, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menangguhkan masuknya para ekspatriat dari 20 negara itu sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona, menurut Saudi Gazette.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya itu, larangan tersebut juga berlaku untuk siapapun yang transit di salah satu dari 20 negara tersebut dalam waktu 14 hari sebelum mereka mendaftar masuk ke Arab Saudi.

Akan tetapi, mengutip situs Saudia, peraturan tersebut tidak berlaku untuk warga negara Saudi Arabia serta keluarganya, diplomat, dan petugas kesehatan serta keluarganya. Mereka diwajibkan untuk karantina mandiri dan menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR. 

Baca juga: Taif, Kota Mawar di Arab Saudi yang Mekar Saat Ramadhan Tahun Ini

Kondisi Perkembangan Kasus Covid-19 di Arab Saudi

Pada hari Rabu (21/4/2021), Otoritas Saudi melaporkan 12 kematian tambahan akibat Covid-19, menambah total angka kematian menjadi 6.858.

Baca juga: Arab Saudi Tutup Perbatasan untuk Indonesia, Umrah Ditunda

Sementara itu, Kementerian Kesehatan melaporkan adanya 1.028 kasus baru. Ia mengatakan, sebanyak 431 kasus baru berada di Riyadh, 220 di Makkah, 157 di Provinsi Timur dan, 45 di Madinah.

Baca juga: Penerbangan dari dan Menuju Arab Saudi Ditutup Sementara

Lebih lanjut ia menjelaskan, 824 pasien lainnya berhasil sembuh, sehingga total angka kesembuhan saat ini menjadi 391.362.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X