Kompas.com - 31/08/2021, 21:15 WIB
Ilustrasi Banyuwangi - Pantai Teluk Hijau (Green Bay). SHUTTERSTOCKIlustrasi Banyuwangi - Pantai Teluk Hijau (Green Bay).

Jika sudah mengetahui gawan atau watak bawaan yang tercermin dari weton berdasarkan paparan di atas, berikut penjabaran maknanya:

Pangasaran dan pancasuda

Penjabaran makna dapat dilihat melalui dua hal, salah satunya adalah pangasaran—penggolongan watak manusia berdasarkan saptawara dan pancawara.

Baca juga: Tradisi Perayaan Satu Suro di Pura Mangkunegaran Surakarta

Sementara hal lainnya adalah pancasuda, atau penggolongan watak manusia yang dihitung dari angka-angka khusus yang diberikan pada saptawara dan pancawara.

Untuk lebih jelasnya, berikut Kompas.com rangkum berdasarkan penjabaran dari Totok:

Pangasaran

  • Aras Tuding, sifatnya telunjuk jari: Sering ditunjuk dalam hal apa pun
  • Aras Kembang, sifatnya bunga: Memesona memikat lawan jenisnya
  • Lakuning Lintang, sifatnya bintang: Lemah hati, kesepian dan sengsara, kecenderungan tidak menetap (dalam hal pekerjaan, tempat tinggal, dan lain-lain)
  • Lakuning Rembulan, sifatnya bulan: Simpatik, penuh daya tarik, serba menyenangkan
  • Lakuning Srengenge, sifatnya matahari: Terang dan berwibawa, mencerahkan
  • Lakuning Banyu, sifatnya air: Tenang, selalu mengalir ke tempat yang rendah karena tahu persis di mana akan mendapatkan rezekinya, memiliki perencanaan yang matang
  • Lakuning Bumi, sifatnya bumi: Pemurah, pengampun, dan pelindung
  • Lakuning Geni, sifatnya api: Temperamental, emosional, mudah marah dan naik pitam, pemberani
  • Lakuning Angin, sifatnya angin: Pandai mengambil hati orang, tetapi menakutkan jika sedang marah
  • Aras Pepet atau Lakuning Pandhita Sakti, sifatnya tertutup atau pertapa sakti: Sering prihatin, hidup menderita dan serba kekurangan, yang diinginkan sulit tercapai

Baca juga: Uniknya Tradisi Pembagian Zakat Dalem Keraton Surakarta

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pancasuda

  • Wasesa Segara: Pemurah, pemaaf, berwibawa, dan bertanggung jawab
  • Tunggak Semi: Penghasilannya selalu terjamin, rezeki selalu ada
  • Satriya Wibawa: Dihormati orang karena kemuliaan dan keluhurannya
  • Sumur Sinaba: Dicari orang karena petuah dan nasehatanya, serta banyak pengetahuannya
  • Bumi Kapetak: Suka bekerja, kuat menahan kecewa dan penderitaan, rapi dan bersih hidupnya namun pendendam. Sarana penolaknya adalah menanam atau mengubur tanah
  • Satriya Wirang: Luhur budinya tetapi selalu dipermalukan orang, tidak berwibawa. Sarana penolaknya adalah mengeluarkan darah (menyembelih ayam atau kambing)
  • Lebu Katiyup Angin: Serba kekurangan hidupnya, jauh dari keberuntungan, dan sulit mendapat kemajuan dalam pekerjaan dan usahanya. Sarana penolaknya adalah dengan menyebar debu

Baca juga: Wisata Keraton Surakarta, Lihat Koleksi Hingga Ambil Air di Sumur Songo

Sebelumnya, Totok mengatakan bahwa orang dengan weton Minggu Wage atau Ahad Wage memiliki watak Lakuning Angin dan Satriya Wibawa.

Jika dilihat dari pemaparan di atas, maka orang tersebut pandai mengambil hati orang, serta dihormati orang karena kemuliaan dan keluhurannya.

“Tetapi menakutkan jika sedang marah. Demikian juga (weton) yang lainnya, tinggal mencocokkan pada penjelasan di atas,” ujar Totok.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.