Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kampung Blekok Situbondo Masuk 50 Besar ADWI 2021 karena Unggulkan Ekowisata

Kompas.com - 18/09/2021, 15:30 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com – Kabupaten Situbondo di Jawa Timur ternyata memiliki desa wisata yang unik, yakni Kampung Blekok.

Desa wisata ini mengunggulkan ekowisata, sehingga mengedepankan kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Terdapat lokasi hutan konservasi bakau di sana dengan luas 29,6 hektar yang juga menjadi rumah berbagai burung.

Adapun, Kampung Blekok ini berada di Krojan Barat, Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.

Baca juga: Melihat Pesona Bawah Laut Pantai Pasir Putih Situbondo dari Kotak Kaca

Jarak tempuh dari pusat Kabupaten Situbondo tidak terlalu jauh, yakni hanya 10 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang-lebih 15 menit.

Keunikan Kampung Blekok Situbondo

Sesuai namanya, burung blekok yang merupakan ciri khas Situbondo juga memiliki habitat di desa wisata ini.

Selain blekok, ada pula 13 jenis burung lainnya yang tinggal di sana, yakni kuntul besar, kuntul kecil, kuntul kerbau, blekok sawah, cangak merah, kowak malam, trinil, gajahan penggala kareo padi, kokokan laut, dan cerek jawa.

Terdapat pula penangkaran burung blekok. Wisatawan bisa ikut serta dalam kegiatan penangkaran dan penangkapan burung air, merawat burung sakit, dan pelepasan burung dari penangkaran saat sudah siap.

Baca juga: Kampung Blekok, Desa Wisata di Situbondo yang Punya Ribuan Burung Air

Jenis-jenis bakau juga bisa dipelajari. Wisatawan tinggal melakukan scan barcode di tiap-tiap papan nama untuk memunculkan informasi selengkapnya di layar smartphone.

Panorama alam di Kampung Blekok juga begitu indah. Hamparan laut biru luas akan terlihat menawan saat momen matahari terbenam (sunset).

Pemandangan kawanan burung blekok yang terbang juga menghiasi pemandangan. Mereka memang hidup berkelompok. Ribuan burung ini biasa terbang pada pukul 05.00 WIB untuk mencari makan dan pulang kembali ke rumahnya pada 17.00 WIB.

Salah satu burung air di hutan mangrove Kampung Blekok SitubondoKOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Salah satu burung air di hutan mangrove Kampung Blekok Situbondo

Wisatawan bisa membeli berbagai olahan kuliner di Kampung Blekok dari bahan dasar bakau, seperti makanan khas dari daun bakau dan tepung biji bakau.

Ada pula suvenir untuk dibawa pulang yang terbuat dari sampah yang masih layak pakai. Beberapa produk kerajinan Kampung Blekok adalah alat musik, odheng (penutup kepala) khas Situbondo, dan kain batik khas Situbondo.

Kampung Blekok masuk 50 besar ADWI

Kampung Blekok pun terpilih sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jumat (17/9/2021), masuknya Kampung Blekok dalam 50 besar ADWI adalah karena kesesuaian dengan konsep pariwisata ke depan yang mengedepankan kualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Sandiaga Uno Saat Berkunjung ke Kampung Blekok Situbondo.Dok. Kemenparekraf Sandiaga Uno Saat Berkunjung ke Kampung Blekok Situbondo.

“Saya senang karena Desa Wisata Kampung Blekok ini memiliki konservasi hutan mangrove,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kampung Blekok, Jumat.

Ia melanjutkan, makin banyak hutan bakau berarti jumlah oksigen makin banyak. Selain itu, kawasan hutan bakau juga menjadi rumah bagi burung-burung yang kehilangan habitatnya.

Baca juga: Pantai Pasir Putih Situbondo, bagai Kombinasi Bali dan Nusa Tenggara

Sandiaga pun memberi nama salah satu burung blekok di sana dengan nama Adwi. Itu karena terpilihnya Kampung Blekok sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia.

Ajang ADWI 2021 pun diharapkan memberi semangat kepada Kampung Blekok untuk terus mengembangkan serta meningkatkan kualitas agar makin unggul dan berdaya saing.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Travel Update
Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Travel Tips
Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Travel Update
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Travel Update
Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Jalan Jalan
Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Travel Update
KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

Travel Update
Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Travel Update
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Travel Update
Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Travel Update
Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Jalan Jalan
Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Travel Update
DAOP 6 Yogyakarta Tambah 6 Kereta Tambahan Jarak Jauh untuk Long Weekend

DAOP 6 Yogyakarta Tambah 6 Kereta Tambahan Jarak Jauh untuk Long Weekend

Travel Update
Long Weekend, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Jalanan Kota Yogyakarta

Long Weekend, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Jalanan Kota Yogyakarta

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com