Kompas.com - 05/10/2021, 21:16 WIB
Kedatangan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah RaiKedatangan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

 

KOMPAS.comBandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tengah bersiap menyambut kembali kedatangan wisatawan mancanegara (wisman), selaras dengan rencana pembukaan rute internasional mulai 14 Oktober 2021.

Melansir keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/10/2021), wisman yang diizinkan memasuki Pulau Dewata rencananya hanya yang berasal dari Korea Selatan, China, Jepang, Uni Emirat Arab (UEA), dan Selandia Baru.

“Angkasa Pura I sangat antusias menyambut keputusan pemerintah, terkait pembukaan kembali penerbangan internasional bagi wisman menuju Bali,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. 

Antusiasme tersebut, lanjut Faik, diwujudkan melalui kesiapan Bandara Ngurah Rai Bali dalam mengimplementasikan persyaratan perjalanan bagi wisman.

Dia berharap, masa uji coba pembukaan kembali tersebut dapat berjalan dengan lancar dan menunjukkan kesiapan seluruh pelaku pariwisata di Pulau Dewata.

“Sehingga pembukaan pintu internasional ke Bali nantinya dapat lebih luas lagi dengan penambahan jumlah negara asal,” ujar Faik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, pembukaan pintu Bali bagi wisman merupakan hal yang penting bagi para pelaku pariwisata dan masyarakat setempat—mengingat perekonomian Bali cukup bergantung pada sektor pariwisata.

Baca juga:

Persiapan yang dilakukan untuk menyambut turis asing

Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan sejumlah hal yang mencakup perjalanan penumpang mulai dari turun pesawat hingga dijemput oleh kendaraan menuju hotel karantina.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut 11 persiapan yang dilakukan oleh Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk menyambut kembali wisman:

1. Pre-flight

  • Sebelum terbang ke Bali wisman harus menyiapkan bukti vaksin dosis lengkap.
  • Memiliki hasil tes PCR 3x24 jam.
  • Mengisi health alert card (HAC).
  • Memiliki dokumen pemesanan hotel karantina.
  • Mengisi e-PCR.
  • Memastikan dokumen keimigrasian.
  • Mengisi Electronic Customs Declaration (e-CD).

2. Thermo Scanner

  • Setelah mendarat, wisman menuju terminal kedatangan dan diperiksa suhu tubuhnya.
  • Wisman dengan suhu 38 derajat Celsius ke bawah dapat menuju ke proses selanjutnya.
  • Wisman dengan suhu 38 derajat Celsius ke atas akan diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan.
  • Jika hasil observasi menunjukkan sehat, wisman dapat menuju ke proses selanjutnya.
  • Jika hasil observasi menyatakan tidak sehat, wisman akan dirujuk ke rumah sakit.

3. Konter registrasi

  • Wisman akan dilayani oleh petugas Satgas Covid-19.
  • Wisman akan memasukkan data sesuai arahan petugas.
  • Petugas akan mengontrol data dan mencetak barcode.
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan 10 konter dengan waktu proses registrasi sekitar 10 menit per wisman.

4. Pemeriksaan dokumen

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan memeriksa dua dokumen, yakni dokumen kesehatan dan dokumen hotel karantina.
  • KKP akan melakukan barcode tapping dengan waktu proses sekitar satu menit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.