Kompas.com - 06/10/2021, 09:11 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Trans Studio Mall Cibubur dan Pos Indonesia untuk mengadakan bazar #GakMudikDibikinAsik pada 6-16 Mei, 2021, di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat. Bazar tersebut menawarkan hampers lebaran berisi produk-produk lokal dengan gratis ongkos pengiriman ke seluruh Indonesia. Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Trans Studio Mall Cibubur dan Pos Indonesia untuk mengadakan bazar #GakMudikDibikinAsik pada 6-16 Mei, 2021, di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat. Bazar tersebut menawarkan hampers lebaran berisi produk-produk lokal dengan gratis ongkos pengiriman ke seluruh Indonesia.

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membatalkan program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021, khususnya untuk kategori BIP Reguler

Berdasarkan keterangan resmi yang Kompas.com terima, Selasa (5/10/2021), anggaran bantuan tersebut dialihkan untuk pemulihan dan penanganan Covid-19.

Untuk informasi, dilansir dari Kompas.com, Rabu (15/9/2021), BIP adalah program tahunan yang telah dilaksanakan sejak 2017. Program ini terdiri dari dua kategori, yaitu BIP JPU dan BIP Reguler.

Adapun BIP Reguler merupakan BIP yang berperan sebagai penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap dalam rangka peningkatan kapasitas usaha dan/atau produksi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

BIP Reguler dibuka untuk badan usaha yang termasuk enam subsektor ekonomi kreatif, yaitu aplikasi, game developer, kriya, fesyen, kuliner, dan film. 

Baca juga:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Refocusing untuk menghemat anggaran

Keputusan tersebut mengacu pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-584/MK.02/2021 tanggal 6 Juli 2021 perihal Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian/Lembaga TA 2021. 

Selain itu, ada pula Nota Dinas Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Nomor B/KU.00.07/975/S/2021 tentang Refocusing dan Realokasi Belanja TA 2021 pada 12 Juli 2021. 

Kemudian terdapat juga Surat Nomor B/KU.00.07/1001/S/2021 perihal Refocusing dan Realokasi Belanja TA 2021 Tahap IV, yang mana dilakukan refocusing untuk penghematan anggaran.

Soal refocusing untuk penghematan anggaran, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo menerangkan, terdapat penyesuaian yang memengaruhi alokasi anggaran untuk pelaksanaan program kegiatan. 

"Maka anggaran program BIP Reguler tahun 2021 tidak tersedia akibat refocusing anggaran yang dilakukan, guna membantu penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya, Selasa. 

Ia menambahkan, penerima kategori BIP JPU telah diumumkan sebelumnya pada September 2021 dan tetap dijalankan, walau terdapat pengurangan jumlah bantuan dari Rp 20 juta per penerima menjadi Rp 10 juta per penerima.

Permohonan maaf kepada peserta yang telah berpartisipasi

Ilustrasi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sebelumnya dilaporkan Kompas.com, Jumat (4/6/2021), pelaku ekonomi kreatif yang ingin mendapat bantuan tersebut harus mengikuti beberapa tahap terlebih dahulu, di antaranya registrasi, pengumpulan proposal, dan seleksi. 

Terkait hal itu, Fadjar mengucapkan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada para peserta yang telah berpartisipasi. 

Ia memahami antusiasme para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah mendaftar dan menyiapkan sejumlah dokumen. Kendati demikian, kondisi yang ada memaksa adanya refocusing anggaran.

"Langkah responsif ini kami ambil dengan penuh pertimbangan, untuk dapat mengutamakan anggaran yang ada dan tersisa saat ini agar difokuskan - dalam hal ini difokuskan kepada pelaksanaan pencairan bantuan untuk BIP Kategori JPU. Keputusan berat ini diambil salah satunya agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi dan proses pemulihan segera berjalan," jelasnya.

Baca juga:

Terus berupaya membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif

Walau BIP Reguler 2021 dibatalkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan terus berusaha membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk melalui program lainnya.  

"Oleh karena itu, saya mengajak para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya peserta BIP Reguler yang telah sebelumnya mengikuti proses seleksi dari seluruh Indonesia, agar tetap positif, semangat, dan optimistis. Kami mendorong untuk memanfaatkan berbagai program stimulus untuk dunia usaha yang telah disiapkan pemerintah," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.