Kompas.com - 08/10/2021, 21:13 WIB

KOMPAS.com - Panda merupakan salah satu mamlia berukuran besar. Meski begitu, bayi panda memiliki ukuran yang sangat kecil.

Dilansir dari Science Daily, panda yang baru saja lahir hanya memiliki berat sekitar 100 gram, atau 900 kali lebih kecil dari induknya.

Bayi panda juga terlahir dalam kondisi buta dengan kulit berwarna merah muda. Kondisi bayi panda dan sang induk yang jauh berbeda menimbulkan rasa penasaran dari para peneliti.

Seorang profesor biologi dari Duke University bernama Kathleen Smith, bersama dengan mantan muridnya bernama Peishu Li, mempublikasikan sebuah jurnal tentang fenomena tersebut.

Keduanya melakukan penelitian terhadap sisa-sisa bayi panda yang diawetkan di Kebun Binatang Nasional Smithsonian, Washington D.C, Amerika.

Baca juga: Perayaan 3 Tahun Panda di Taman Safari Bogor, Ada Edukasi Soal Panda

Smith dan Li melakukan micro-CT Scan terhadap dua janin dari sepasang pandan yang tinggal di kebun binatang tersebut. Mereka juga melakukan metode yang sama terhadap bayi beruang cokelat, beruang kutub, anjing, rubah dan binatang lain yang sejenis.

Dari hasil penelitian tersebut, keduanya menemukan bahwa semua jenis beruang memiliki potensi melahirkan bayi berukuran sangat kecil. Bayi beruang kutub yang baru lahir memiliki berat atau massa tubuh 400 kali lebih kecil dibandingkan sang induk.

Sementara itu, sebagian besar bayi mamalia hanya memiliki ukuran rata-rata 26 kali lebih kecil dari induknya. Panda sendiri merupakan contoh perbandingan ukuran yang ekstrim antara bayi dengan induknya.

Hamil saat hibernasi

Ilustrasi Panda DOK. Shutterstock Ilustrasi Panda DOK. Shutterstock
Ukuran bayi beruang yang sangat kecil berhubungan erat dengan hibernasi yang dilakukan selama musim dingin.

Kehamilan beruang betina diketahui sering berbarengan dengan periode hibernasi saat musim dingin. Mereka tidak makan dan minum selama tidur panjang tersebut.

Induk beruang hanya mengandalkan kadar lemak dalam tubuh untuk bertahan hidup di musim dingin. Di lain sisi, mereka juga harus memecah protein dalam tubuh untuk menutrisi janin yang ada dalam kandungan.

Baca juga: Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Sayangnya hal tersebut juga dapat membahayakan nyawa induk beruang. Pemecahan protein dalam tubuh induk beruang dapat merusak jaringan ototnya.

Oleh sebab itu, induk beruang mempersingkat masa kehamilan dan melahirkan bayinya sebelum kadar protein dan lemak dalam tubuh habis. Waktu kehamilan yang cukup singkat ini membuat bayi yang lahir memiliki ukuran super kecil.

Panda tak melakukan hibernasi

Ilustrasi Panda DOK. Shutterstock Ilustrasi Panda DOK. Shutterstock
Meski berasal dari keluarga beruang, panda diketahui tak melakukan hibernasi. Hewan berwarna hitam dan putih ini tidak tidur panjang selama musim dingin.

Binatang ini justru secara aktif berpindah dari satu daerah ke daerah lain sepanjang tahun. OLeh sebab itu menurut mereka teori kehamilan selama masa hibernasi belum bisa menjawab misteri ukuran bayi panda yang terlalu kecil.

Kedua peneliti tersebut menemukan bahwa bayi panda lahir dengan kondisi tengkorak yang belum tumbuh sempurna.

"Itu seperti janin manusia berusia 28 minggu," ujar Smith.

Smith dan Li menduga, perkembangan embrio panda berhubungan erat dengan sistem pembuahan yang khas. Sebagian besar beruang diketahui mengalami pembuahan yang tertunda.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, Perayaan 2 Tahun Panda di Taman Safari Bogor

Setelah sel telur dalam kandungan panda betina dibuahi, calon embrio tersebut tidak langsung menempel pada dinding rahim. Sel telur tersebut mengambang di dalam kandungan selama beberapa bulan sebelum akhirnya menempel dan berkembang.

Pembuahan dalam kandungan beruang biasanya memerlukan waktu hingga dua bulan lamanya. Akan tetapi, proses pembuahan pada panda hanya berlangsung selama satu bulan.

Smith dan Li pun belum bisa memastikan apakah teori mereka dapat menjadi jawaban dari fenomena tersebut. Pasalnya, mereka masih terus melakukan penelitian untuk memastikan alasan di balik kecilnya ukuran bayi panda.

Istana Panda Indonesia

Pengunjung saat berada di Istana Panda, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/2/2021). Taman Safari Indonesia bersiap menyambut Perayaan Imlek ke 2572 yang jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021 mendatang dengan memasang berbagai dekorasi dengan ornament dominasi warna merah disertai gantungan lampion dan beberapa asesoris hiasan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengunjung saat berada di Istana Panda, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/2/2021). Taman Safari Indonesia bersiap menyambut Perayaan Imlek ke 2572 yang jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021 mendatang dengan memasang berbagai dekorasi dengan ornament dominasi warna merah disertai gantungan lampion dan beberapa asesoris hiasan.

Istana Panda Indonesia menjadi obyek wisata yang cocok jika ingin mengenal binatang asal China tersebut. Wisatawan dapat secara langsung mengamati perilaku panda.

Tak hanya panda, wisatawan juga bisa melihat panda merah. Wisatawan bahkan dapat mencoba memberi makan panda merah yang ada di kawasan tersebut.

Baca juga: Kekurangan Bambu, Dua Panda di Kanada Tak Bisa Pulang ke China Akibat Covid-19

Ada pula restoran panda yang menghidangkan cupcake dengan hiasan berbentuk panda. Restoran ini juga menawarkan menu lainnya yang patut dicoba.

Istana Panda Indonesia terletak di Taman Safari, Cibeureum, Bogor, Jawa Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.