Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seperti Ini Bentuk Paspor yang Dinyatakan Sudah Rusak dan Harus Diganti

Kompas.com - 10/10/2021, 15:03 WIB
Nabilla Ramadhian,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Paspor merupakan salah satu dokumen resmi yang diperlukan saat bepergian ke luar negeri.

Hal ini membuatnya perlu dijaga agar tidak rusak, sehingga akan memudahkanmu saat sedang di luar negeri lantaran data diri yang tertera di dalamnya dapat dengan mudah terbaca.

Baca juga: Cara Bikin Paspor Online, Simak Selengkapnya

Jika paspor rusak, menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2019, biaya penggantiannya atau biaya dendanya adalah Rp 500.000.

Lantas, seperti apa bentuk paspor yang dinyatakan rusak dan sudah harus diganti?

Ciri-ciri paspor rusak

Ciri-ciri paspor rusak tertera dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 8 Tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor.

Baca juga: Harga Membuat Paspor Tahun 2021

Adapun, paspor yang dinyatakan sudah rusak adalah paspor yang keterangan di dalamnya tidak bisa terbaca dengan jelas atau memberi kesan yang tidak layak lagi sebagai dokumen resmi.

Sebagai informasi, paspor merupakan dokumen yang di dalamnya memiliki informasi seperti foto, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, juga informasi kebangsaan.

Kepala Sub-Bagian Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Achmad Nur Saleh dalam keterangannya mengatakan, ciri-ciri lain yang membuat paspor dinyatakan rusak adalah sobek.

Baca juga: Ditjen Imigrasi Sebut Perpanjangan Paspor WNI Gratis

Kemudian berlubang, dicoret atau tercoret, basah, dan terlipat. Kondisi inilah yang membuat paspor sudah tidak layak sebagai dokumen resmi, mengutip situs resmi Ditjen Imigrasi, Jumat (3/9/2021).

Kenapa paspor bisa rusak?

Permenkumham Nomor 8 Tahun 2014 menyebutkan, paspor bisa rusak karena musibah yang dialami oleh pemegangnya. Misalnya adalah kebakaran, kebanjiran, atau gempa bumi.

Paspor juga bisa rusak karena pemegang tidak berhati-hati, ada unsur kecerobohan, atau kelalaian disertai alasan yang tidak dapat diterima.

Ilustrasi paspor Indonesia. SHUTTERSTOCK/TEMITIMAN Ilustrasi paspor Indonesia.

Namun, untuk paspor yang rusak karena musibah seperti yang disebutkan sebelumnya, yang bersangkutan akan dibebaskan biaya denda.

Baca juga: Paspor Jepang Tetap Paling Kuat 2021, Bagaimana dengan Indonesia?

“Musibah seperti kebakaran, kebanjiran, dan gempa bumi dapat diberikan penggantian paspor langsung dan dibebaskan dari biaya denda,” jelas Achmad.

Ia melanjutkan, mengganti paspor yang rusak bisa dilakukan dengan datang ke kantor imigrasi dengan melampirkan surat keterangan terjadinya musibah dari kantor kelurahan sesuai domisili.

Baca juga: Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Penerbitan paspor biasa akan memakan waktu paling lama empat hari kerja sejak wawancara. Namun, hal ini dikecualikan bagi penerbitan paspor biasa untuk alasan penggantian paspor rusak atau hilang.

Informasi lebih lanjut seputar penerbitan paspor baru karena rusak atau hilang dapat ditanyakan langsung ke Kantor Imigrasi yang dituju.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Jalan Jalan
Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Jalan Jalan
Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Jalan Jalan
7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

Travel Update
Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Travel Update
Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Travel Tips
Viral Video Antrean Panjang di Dufan, Ini 3 Tips ke Sana Saat Libur Lebaran

Viral Video Antrean Panjang di Dufan, Ini 3 Tips ke Sana Saat Libur Lebaran

Travel Tips
9.000 Pengunjung Padati Dufan Hari Ini, Antrean Wahana Mengular

9.000 Pengunjung Padati Dufan Hari Ini, Antrean Wahana Mengular

Travel Update
Festival Balon di Wonosobo 2024 Digelar 10 Hari, Sempatkan Berkunjung

Festival Balon di Wonosobo 2024 Digelar 10 Hari, Sempatkan Berkunjung

Travel Update
6 Tempat Wisata Dekat Bandara Juanda Surabaya, Banyak Taman Gratis

6 Tempat Wisata Dekat Bandara Juanda Surabaya, Banyak Taman Gratis

Jalan Jalan
Penumpang Whoosh Meningkat 30 Persen Saat Lebaran, KCIC Tambah Perjalanan

Penumpang Whoosh Meningkat 30 Persen Saat Lebaran, KCIC Tambah Perjalanan

Travel Update
Jadwal 'Video Mapping' Monas Hanya sampai 14 April 2024, Sayang Dilewatkan

Jadwal "Video Mapping" Monas Hanya sampai 14 April 2024, Sayang Dilewatkan

Travel Update
The Jungle Waterpark Bogor Hadirkan Promo Tiket dan Hadiah Lebaran

The Jungle Waterpark Bogor Hadirkan Promo Tiket dan Hadiah Lebaran

Travel Update
5 Tempat Wisata Keluarga di Tuban Jatim, Ada Pemandian Alam 

5 Tempat Wisata Keluarga di Tuban Jatim, Ada Pemandian Alam 

Jalan Jalan
Ada TransJakarta di Pelabuhan Tanjung Priok Khusus Aruk Balik Lebaran

Ada TransJakarta di Pelabuhan Tanjung Priok Khusus Aruk Balik Lebaran

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com