Kompas.com - 02/12/2021, 19:17 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Thailand tetap berlakukan tes RT-PCR untuk wisatawan asing yang ikut skema Test and Go.

Adapun skema Test and Go adalah skema masuk ke Thailand tanpa karantina untuk negara-negara tertentu, salah satunya Indonesia, menurut Kompas.com, Senin (1/11/2021).

Keputusan ini sempat berubah pada Jumat lalu (26/11/2021), tepatnya ketika Center for Covid-19 Situation Administration (CCSA) Thailand berencana untuk mengganti metode tes RT-PCR ke metode ATK (alat uji antigen) untuk Covid-19. 

Penerapan metode ATK tersebut awalnya akan diterapkan mulai 16 Desember 2021, dilansir dari Bangkok Post, sebelum akhirnya dibatalkan. 

Baca juga:

Dengan demikian, kewajiban wisatawan asing untuk menunggu hasil tes selama semalam di hotel SHA++ (Safety and Health Administration), tes RT-PCR, dan transfer dari bandara yang telah diatur sebelumnya akan tetap berlaku.

Selain itu, mereka juga wajib menyiapkan bukti konfirmasi pembayaran menginap di hotel, tes RT-PCR, dan transfer dari bandara yang telah dipesan sebelumnya. 

Dikutip dari tatnews.org, Langkah tersebut diambil sebagai upaya pemerintah untuk mencegah serta mengendalikan penyebaran varian baru Omicron.

Thailand juga masih menerima kedatangan internasional, termasuk warga negara Thailand yang hendak kembali dan wisatawan asing. 

Mereka bisa menggunakan skema Test and Go, Program Sandbox, dan Alternative Quarantine (Karantina Alternatif). 

 

Syarat skema Test and Go

Ilustrasi Thailand - Wat Plai Temple di Koh Samui, Thailand (SHUTTERSTOCK/Aleksandar Todorovic).SHUTTERSTOCK/Aleksandar Todorovic Ilustrasi Thailand - Wat Plai Temple di Koh Samui, Thailand (SHUTTERSTOCK/Aleksandar Todorovic).

Dikutip dari laman tatnews.org, terdapat sejumlah perubahan dan tambahan untuk skema Test and Go. 

  • Selain kedatangan melalui udara, wisatawan asing akan diizinkan masuk melalui jalur darat (di pos pemeriksaan perbatasan Nong Khai, mulai 24 Desember) dan laut asalkan memenuhi persyaratan vaksinasi dan pengujian.
  • Masa tunggu satu malam di hotel dan pembayaran yang telah dikonfirmasi (termasuk menginap satu malam di hotel SHA++, 1 kali tes RT-PCR, dan transfer bandara yang diatur sebelumnya) akan tetap berlaku.
  • Rencana metode ATK (alat uji antigen) pada saat kedatangan telah dibatalkan.
  • Wisatawan berusia di bawah enam tahun, yang bepergian bersama orang tua dengan hasil negatif Covid-19 dari tes RT-PCR dalam kurun waktu 72 jam, tidak diwajibkan memiliki hasil negatif tes RT-PCR dan bisa menjalani tes air liur setibanya di Thailand.
  • Wisatawan berusia 6-11 tahun, yang bepergian dengan orang tua, harus memiliki hasil tes RT-PCR negatif dalam kurun waktu 72 jam sebelum bepergian.
  • Wisatawan berusia 12-17 tahun yang bepergian dengan orang tua, tidak wajib divaksinasi tetapi harus memiliki hasil tes RT-PCR negatif dalam waktu 72 jam sebelum perjalanan. 
  • Wisatawan berusia 18 tahun ke atas harus divaksinasi penuh dengan jenis vaksin yang disetujui sedikitnya 14 hari sebelum ke Thailand. Mereka juga wajib memiliki hasil negatif RT-PCR dalam kurun waktu 72 jam sebelum tanggal keberangkatan.
  • Wisatawan yang sebelumnya terinfeksi dalam tiga bulan sebelum bepergian, harus memiliki sertifikat medis yang menyatakan kepulihan atau mendapatkan vaksin setidaknya satu dosis sebelum bepergian.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Travel Update
Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Travel Update
20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

Travel Update
13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

Travel Tips
Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Travel Update
30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

Jalan Jalan
Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Travel Update
Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Travel Update
5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

Jalan Jalan
3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

Jalan Jalan
20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

Travel Update
Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Travel Update
5 Makna Filosofis Batik Parang yang Tidak Boleh Dipakai Sembarangan

5 Makna Filosofis Batik Parang yang Tidak Boleh Dipakai Sembarangan

Jalan Jalan
7 Spot Foto Instagramable di Lotte Alley, Serasa di Korea dan Jepang

7 Spot Foto Instagramable di Lotte Alley, Serasa di Korea dan Jepang

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Buka Lagi Taman Tumbuhan Pemakan Serangga

Kebun Raya Bogor Buka Lagi Taman Tumbuhan Pemakan Serangga

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.