Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Kompas.com - 08/12/2021, 11:13 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah mewajibkan anak usia di bawah 12 tahun yang belum bervaksin Covid-19 untuk menjalani tes PCR sebelum bepergian saat Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing, Senin (6/12/2021).

“Tadi diputuskan (dalam rapat terbatas) bahwa untuk anak di bawah umur, kewajibannya adalah dengan tes PCR (jika ingin berwisata saat Nataru),” kata Sandiaga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. 

Kebijakan ini bertujuan meminimalisir penyebaran Covid-19, terutama mengantisipasi masuknya varian baru Omicron walau sejauh ini belum teridentifikasi di Indonesia.

Baca juga:

Mendengar kabar ini, pelaku pariwisata dari Astindo (Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia) pun turut buka suara.

 

Asosiasi tersebut menyampaikan, kebijakan ini tampaknya akan mempersulit keinginan masyarakat yang hendak bepergian selama Nataru, terutama bagi keluarga yang telah merencanakan liburan bersama.

"Katakanlah satu keluarga punya tiga anak, satu anak harus tes PCR dengan dana Rp 500.000, sehingga akan habis Rp 1,5 juta untuk tiga anaknya. Itu jumlah yang besar untuk tes PCR saja," terang Ketua Umum Astindo Pauline Suharno kepada Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Ilustrasi anak kecil di dalam pesawat.UNSPLASH/Hanson Lu Ilustrasi anak kecil di dalam pesawat.

Ia menambahkan, nantinya dikhawatirkan langkah tersebut akan menurunkan keinginan wisatawan Nusantara (wisnus) untuk melakukan perjalanan, sehingga pasar industri pariwisata Indonesia kembali lesu.

Pihaknya berharap akan adanya alternatif lain yang lebih murah yang tidak mempersulit rencana masyarakat untuk bepergian.

Tidak hanya itu, pihaknya menginginkan perlakuan yang sama dari pemerintah untuk semua pelaku perjalanan, baik udara, darat, dan laut juga harus adil.

Baca juga:

"Apakah peraturan ini berlaku rata untuk semua perjalanan termasuk darat dan laut?
Ini harus diberlakukan untuk semuanya mengingat risiko perjalanan darat dan laut juga lebih tinggi karena lamanya durasi perjalanan," tegas Pauline.

Menurutnya, perjalanan darat dan laut cenderung menghabiskan waktu yang lebih lama dibanding perjalanan udara. Sehingga, tidak dipungkiri ada risiko penularan Covid-19 yang besar selama perjalanan darat dan laut berlangsung.

Maka dari itu, Astindo mengusulkan adanya juknis (petunjuk teknis) dan juklak (petunjuk pelaksanaan) yang jelas dari pemerintah untuk semua sektor industri pariwisata Indonesia selama Nataru mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenparekraf Sebut Pengelolaan TN Komodo Masuk Lingkup KLHK

Kemenparekraf Sebut Pengelolaan TN Komodo Masuk Lingkup KLHK

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

Travel Tips
Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary
Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Travel Update
Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Jalan Jalan
Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Travel Update
Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.