Kompas.com - 05/01/2022, 14:14 WIB
Embun es muncul di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (25/8/2021). KOMPAS.COM/DOK UPT DIENGEmbun es muncul di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (25/8/2021).

KOMPAS.com - Fenomena embun upas kembali muncul di kawasan dataran tinggi, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jika biasanya terjadi pada puncak musim kemarau, yakni Juli-September, tahun ini embun upas sudah muncul pada Selasa (4/1/2022).

Melansir Kompas.com, informasi ini dibenarkan langsung oleh Kepala UPT Pariwisata Dieng Sri Utami.

"Betul (ada embun upas atau salju es tadi pagi), menjadi yang pertama di tahun ini,” ujar Sri Utami, Selasa (4/1/2022).

Bukan kali pertama sebab setahun yang lalu embun upas juga muncul di Dieng, tepatnya sekitar awal Mei 2021.

Baca juga:

Kerap disamakan dengan salju, lantas apa itu embun upas dan mengapa bisa terjadi?

Proses terjadinya embun upas

Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut di Pagi Hari.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut di Pagi Hari.

Mengutip laman BMKG, embun upas atau bun upas, menurut penduduk Dieng, adalah fenomena embun racun, terjadi ketika suhu menjadi sejuk, lalu turunlah embun-embun dingin yang membeku.

Embun ini akan menyelimuti seluruh tanaman kentang masyarakat di Dieng. Disebut "upas" karena efeknya bisa membuat tanaman kentang mati.

Adapun sejumlah faktor yang berperan atas pembentukan embun beku yang didahului oleh suhu dingin ekstrem di Dieng antara lain gerak semu matahari, intrusi suhu dingin, dan laju penurunan suhu terhadap ketinggian.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal menjelaskan, pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin.

Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia (Monsoon Dingin Australia).

Angin monsun Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia pun melewati perairan Samudra Indonesia, yang memiliki suhu permukaan laut relatif lebih dingin.

Peristiwa inilah yang mengakibatkan suhu di beberapa wilayah Indonesia, terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa lebih dingin.

Baca juga:

Fenomena Embun Upas di Dieng.https://pesona.travel Fenomena Embun Upas di Dieng.

Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari.

Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.

Kemudian, langit yang cenderung bersih dari awan (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar.

Kondisi tersebut membuat udara di dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

Herizal juga menyebut fenomena ini merupakan hal yang normal terjadi setiap tahunnya.

Nah, rangkaian fenomena inilah yang dapat menyebabkan beberapa tempat di dataran tinggi atau wilayah pegunungan, berpotensi mengalami embun es (embun upas), yang disangka salju oleh sebagian orang.

Kapan munculnya embun upas?

Meski tidak tahu pasti kapan embun upas muncul, menurut seorang warga Dieng, fenomena ini biasanya ada di musim kemarau antara bulan Juni-Agustus.

Setelah mengetahui waktu yang tepat, jangan lupa mengenakan pakaian tebal dan perlengkapan yang memadai, ya, saat berkunjung ke sini!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Jalan Jalan
10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.