Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/03/2022, 19:05 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Maladewa atau Maldives telah melonggarkan syarat masuk untuk wisatawan asing, tepatnya sejak Senin (14/3/2022).

Dikutip dari laman resmi Imigrasi Republik Maladewa, wisatawan tidak wajib menunjukkan hasil tes PCR selama kedatangan dan keberangkatan. Kebijakan yang sama juga berlaku untuk wisatawan yang belum divaksinasi Covid-19.

Baca juga:

Selain itu, wisatawan tidak wajib menjalani karantina. 

Namun, mereka dianjurkan untuk melakukan tes PCR pada hari ketiga dan kelima setibanya di negara kepulauan tersebut. Hal ini dikecualikan bagi wisatawan yang tengah tiba dan penduduk Maladewa.

Ilustrasi Maladewa.FREEPIK / siraphol siricharattakul Ilustrasi Maladewa.

Apabila mereka mengidap gejala-gejala yang berhubungan dengan Covid-19, maka mereka bisa melakukan tes antigen.

Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang tiba dan berangkat, melalui bandara maupun pelabuhan laut, wajib melengkapi formulir Traveler Health Declaration, atau Deklarasi Kesehatan Wisatawan, dalam kurun waktu 48 jam sebelum perjalanan.

Syarat pemakaian masker di Maladewa

Lautan Bertabur Bintang di Maladewa.Shutterstock Lautan Bertabur Bintang di Maladewa.

Wisatawan di Maladewa wajib memakai masker berdasarkan sejumlah kondisi tertentu, di antaranya:

  • Jika berada di fasilitas kesehatan. 
  • Jika berada di sejumlah area yang dilanda wabah, khususnya yang memiliki sampel positif di atas 20 persen. 

Sementara itu, dilansir dari situs web Kementerian Kesehatan Republik Maladewa, wisatawan dianjurkan memakai masker jika:

  • Berada di tempat yang ramai.
  • Berkumpul di dalam ruangan terbatas.
  • Naik transportasi umum.

Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa (23/2/2021), negara tersebut umumnya dikunjungi oleh 1,7 juta wisatawan per tahun. Namun, pada tahun 2020, Maladewa hanya dikunjungi oleh sekitar 500.000 pelancong. 

Baca juga: 

Maladewa berada di Samudera Hindia, serta dekat dengan Sri Lanka dan India. Negara ini terkenal akan pantai dan lautnya yang biru, serta sejumlah resor yang berada di tengah laut. 

Negara ini juga memiliki fenomena "lautan bertabur bintang" yang berasal dari pancaran cahaya para plankton, sehingga menciptakan panorama yang unik ketika malam hari, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (6/4/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+