Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wisatawan Rekam Video di Bromo Diminta Bayar Rp 50.000, Ini Ketentuannya

Kompas.com - 22/06/2022, 18:05 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pada hari Minggu (19/6/2022) lalu, beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan wisatawan diminta bayar Rp 50.000 lantaran dirinya mengambil video penunggang kuda di kawasan Gunung Bromo.

Dalam video berdurasi 27 detik tersebut, pengunggah menceritakan pengalamannya saat berwisata ke kawasan Gunung Bromo.

"Kalau ke Bromo hati-hati jangan syukur syukur ambil video. Ini pengalaman pahit saya. Midioin kuda, orangnya malah malak saya 50.000," tulis pengunggah.

Menurutnya, saat itu ada penunggang kuda lain yang berseliweran dan tidak masalah saat direkam. Lantas, bagaimana sebenarnya ketentuan mengambil konten foto dan video di kawasan Gunung Bromo?

Baca juga:

Konten non-komersial di Gunung Bromo tidak dipungut biaya

Matahari terbit dari Bukit Kingkong, untuk melihat puncak Bromo, kawasan Gunung Bromo, Podokoyo, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur.MonkeyFoto/Shutterstock Matahari terbit dari Bukit Kingkong, untuk melihat puncak Bromo, kawasan Gunung Bromo, Podokoyo, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur.

Menanggapi hal ini, Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS Syarif Hidayat (Ayip), menegaskan bahwa pengambilan konten foto dan video tanpa keperluan komersil tidak dipungut biaya apapun.

"(Mengambil foto atau video) untuk kepentingan pribadi itu boleh, tidak ada biaya, biasa seperti itu," kata Ayip, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (22/6/2022).

Ayip menambahkan, saat ini pihaknya sedang menelusuri kejadian yang sebenarnya di lapangan antara pengunggah dan penyedia jasa kuda, guna mendapat klarifikasi kedua belah pihak.

"Sampai saat ini Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) telah berusaha melakukan penelusuran fakta lapangan lapangan dari kejadian tersebut, mengingat video yang diunggah pada kedua akun bukan berupa video yang utuh sehingga membutuhkan klarifikasi dari kedua belah pihak," bunyi keterangan resmi yang Kompas.com terima, Rabu.

Baca juga:

Syarat rekam video di Bromo untuk keperluan komersial

Adapun aturan mengambil video di Gunung Bromo untuk keperluan komersial mengacu terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis Dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan.

Tercantum bahwa keperluan pengambilan gambar untuk paket video komersial dikenakan tarif Rp 10 juta, paket handycam Rp 1 juta, dan paket foto Rp 250.000.

Baca juga: 5 Wisata Lumajang yang Searah ke Bromo, Ada Ranu Pani

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com