Kompas.com - 09/08/2022, 14:21 WIB

KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati HUT Ke-77 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Solok akan mengadakan upacara 17 Agustus di puncak Gunung Talang, Sumatera Barat, pada Rabu (17/8/2022).

"Dalam rangka (peringatan) 17 (Agustus), berbeda dengan tahun sebelumnya, Bupati Solok Bapak H. Epyardi Asda memang mau ada hal yang unik yang kita lakukan, yang mungkin jarang kali ya kepala daerah yang melaksanakan, upacara skala kabupaten di Gunung Talang. Biasanya kita (upacara) di lapangan, sekarang di gunung," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Solok, Teta Midra, kepada Kompas.com, Senin (8/8/2022).

Baca juga:

Selain menjadi satu-satunya gunung di Kabupaten Solok, lanjutnya, Gunung Talang yang setinggi 2.957 meter di atas permukaan laut (mdpl) dipilih karena menjadi salah satu gunung favorit di Sumatera Barat untuk didaki.

Teta menjelaskan bahwa terdapat lima jalur pendakian ke gunung yang masih aktif ini. Pihaknya akan memilih jalur pendek dengan estimasi durasi pendakian dari Pos I ke puncak 1,5 hingga dua jam.

Baca juga: Tips Mendaki Gunung Talang Via Jalur Ai Batumbuk

Lantaran akan berperan sebagai inspektur upacara, Epyardi dijadwalkan akan mulai mendaki pukul 04.00 WIB karena upacara akan diadakan sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan survei ke Gunung Talang yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk upacara HUT Ke-77 RI pada Rabu (3/8/2022).Dok. Pemerintah Kabupaten Solok Kegiatan survei ke Gunung Talang yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk upacara HUT Ke-77 RI pada Rabu (3/8/2022).

"Untuk pendaki yang lain tentu ada yang sudah bermalam, sudah menginap di sana, terutama yang pencinta alam," katanya.

Sejauh ini, upacara tersebut akan melibatkan sekitar 10.000 peserta. Teta menguraikan, 70 persen dari jumlah itu terdiri dari masyarakat umum, para pencinta alam, dan komunitas-komunitas tertentu. 

Baca juga: 11 Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus dari Berbagai Daerah di Indonesia

Sementara itu, sekitar 25 persen meliputi anggota pemerintah daerah, termasuk kepala daerah, ASN (Aparatur Sipil Negara), dan TNI/POLRI.

Ia menambahkan bahwa upacara ini terbuka untuk masyarakat umum. 

"Nanti setiap pendaki juga wajib membawa bendera kecil untuk bersama dikibarkan, dan pulangnya wajib membawa sampah masing-masing," tuturnya.

Baca juga: Mendaki Gunung Talang, Pesona Tiga Danau di Bumi Rendang

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.