Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/09/2022, 19:05 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah China berencana melonggarkan syarat masuk untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Pada Senin (19/9/2022), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengeluarkan rancangan kebijakan yang bertujuan menumbuhkan sektor pariwisata, sekaligus memudahkan PPLN untuk masuk. 

Baca juga:

Dilansir dari cnn.com, Rabu (21/9/2022), rancangan kebijakan tersebut menyatakan bahwa grup wisata yang dikelola oleh agen perjalanan di area perbatasan China dapat memilih pintu masuk dan keluar. 

Dengan demikian, PPLN bisa melakukan perjalanan asalkan menjadi bagian dari grup wisata. 

Namun, rancangan tersebut tidak membahas apakah PPLN wajib menjalani karantina atau tidak. Selain itu, lokasi dan tanggal penerapannya juga masih belum jelas.

Baca juga: 5 Cara Merayakan Festival Qixi, Perayaan Valentine di China

Ilustrasi Chongqing, China.Dok. UNSPLASH/Jerry Wang Ilustrasi Chongqing, China.

Untuk diketahui, saat ini China tengah menerapkan kebijakan Zero COVID Policy.

Dikutip dari bbc.com, Rabu (21/9/2022), kebijakan tersebut mencakup tes massal, pelacakan, dan isolasi ketat. Lockdown seluruh kota bahkan bisa diberlakukan jika ada segelintir kasus. 

Hal tersebut dinilai mempersulitkan pelaku usaha, termasuk pertokoan, bar, dan restoran. 

Baca juga:

Tidak hanya itu, pada awal September 2022 lalu, penduduk di Negeri Tirai Bambu juga diimbau untuk tidak melakukan perjalanan dalam negeri sehubungan dengan adanya hari libur nasional. 

Adapun beberapa minggu lalu negara ini juga dilaporkan telah memberlakukan lockdown untuk 65 juta penduduknya. Dilansir dari apnews.com, Senin (5/9/2022), sebanyak 33 kota menjalani lockdown penuh atau parsial. 

Baca juga: 5 Wisata Surabaya Seperti Jepang dan China, Cocok untuk Liburan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNN,BBC,APnews
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+