Kompas.com - 02/10/2022, 10:19 WIB

KOMPAS.com - Setelah sekitar 10 tahun membuka pintu wisata untuk pelancong, Batu Katak kini resmi ditetapkan menjadi Desa Wisata.

Sejumlah paket aktivitas wisata pun ditawarkan pada calon pengunjung. Ada trekking, camping, tubbing, hingga caving.

Baca juga: 5 Kegiatan Wisata di Batu Katak Bohorok Langkat, Bisa Jelajah Goa

Ngalemi Sinuraya, Ketua Lembaga Ekowisata Batu Katak menuturkan, dirinya berharap Batu Katak dapat dikenal luas sebagai destinasi ekowisata di Indonesia.

Sebagai bentuk kesiapannya, Desa yang terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara juga menyediakan sejumlah akomodasi.

Mulai dari Batu Katak Guest House, Orchid Bungalow, Jungle River & Camping Ground, Bolang Mando Guest House, Bolang Tarigan GuestHouse, dan Sapo Lazy Guest House.

Wisatawan pun bisa menikmati sajian khas Karo, suku batak mayoritas di Langkat, berupa Ikan Mas Acemi, Tasak Telu, serta Sirup Asam Gelugur.

Selengkapnya, simak sembilan paket aktivitas ekowisata di Batu Katak yang disampaikan langsung oleh Ngalemi dalam rangka Familiarization Trip Ekowisata oleh DESMA Center, proyek pembangunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada Jumat (23/9/2022) berikut ini.

Baca juga: 3 Tips Trekking di Gunung Kapur Batu Katak, Langkat

Aktivitas ekowisata di Batu Katak

1. Menjelajah goa air

Pengelola Batu Katak menawarkan jelajah goa air selama lima jam, terbagi menjadi 180 menit trekking dan 120 menit caving. 

Wisatawan akan diajak menyusuri hutan, menjelajahi goa, melihat stalaktit dan stalagmit, serta melihat satwa dalam goa.

Fasilitas berupa alat perlindungan diri (APD), air mineral, buah, P3K, dan makan siang pun disiapkan.

Baca juga: Trekking di Gunung Kapur Batu Katak, Langkat dengan Jalur yang Menarik

Selain itu, wisatawan juga bisa memilih paket dengan durasi yang sama, dengan tambahan tubbing dan fasilitasnya bila memilih paket wisata ini.

2. Menyusuri Gunung Kapur

Ada tiga pilihan yang ditawarkan untuk paket ekowisata ini, yakni trekking penuh selama satu hari, trekking selama tiga jam, dan camping dilengkapi caving dan tubbing selama dua hari satu malam.

Wisatawan dapat menjelajah hutan Gunung Kapur hingga berkesempatan melihat fauna dan flora langka di sini.

3. Melihat bunga bangkai

Amorphopallus titanium merupakan salah satu flora paling populer di kawasan hutan Gunung Kapur. Bunga ini akan mekar setiap tujuh tahun sekali.

Jumlah amorphopallus titanium di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) saat ini diketahui mencapai 10.000 tanaman.

Baca juga: Kolam Abadi Langkat, Wisata Air Jernih Seperti Kaca

Jika ada yang mekar selama satu minggu, wisatawan bisa melihat langsung indahnya bunga bangkai ini dengan melakukan trekking lebih dulu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Ide Liburan Akhir Tahun yang Seru untuk Melepas Penat 

10 Ide Liburan Akhir Tahun yang Seru untuk Melepas Penat 

Travel Tips
Multiple Entry Visa Resmi Berlaku di Kepulauan Riau

Multiple Entry Visa Resmi Berlaku di Kepulauan Riau

Travel Update
Cara Menuju Jember dari Jakarta dengan Kereta Api, Ada 5 Pilihan Kota Transit

Cara Menuju Jember dari Jakarta dengan Kereta Api, Ada 5 Pilihan Kota Transit

Travel Tips
Bandara Jember Siap Beroperasi Kembali Pada Awal 2023

Bandara Jember Siap Beroperasi Kembali Pada Awal 2023

Travel Update
Jadwal 20 Kereta Api Tambahan untuk Nataru dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen

Jadwal 20 Kereta Api Tambahan untuk Nataru dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen

Travel Update
Warga Penyangga Zona Otorita Borobudur Dapat Pelatihan Soal Homestay

Warga Penyangga Zona Otorita Borobudur Dapat Pelatihan Soal Homestay

Travel Update
Sewa Satu Desa Lengkap dengan Kastel di Italia, Biayanya Rp 24,7 Juta per Malam

Sewa Satu Desa Lengkap dengan Kastel di Italia, Biayanya Rp 24,7 Juta per Malam

Travel Update
Tiket Kereta Api untuk Nataru Masih Banyak, Lebih dari 1 Juta Tiket

Tiket Kereta Api untuk Nataru Masih Banyak, Lebih dari 1 Juta Tiket

Travel Update
10 Tindakan Penumpang yang Membuat Pramugari Jengkel, Jangan Dicoba

10 Tindakan Penumpang yang Membuat Pramugari Jengkel, Jangan Dicoba

Travel Tips
5 Tips Lihat Instalasi The Soul Trembles di Museum MACAN

5 Tips Lihat Instalasi The Soul Trembles di Museum MACAN

Travel Tips
10 Syarat Terbaru Mendaki Gunung Kerinci, Wajib Pakai Porter

10 Syarat Terbaru Mendaki Gunung Kerinci, Wajib Pakai Porter

Jalan Jalan
Goa Alam Watu Tahang, Manggarai Timur yang Unik di Pinggir Sawah

Goa Alam Watu Tahang, Manggarai Timur yang Unik di Pinggir Sawah

Jalan Jalan
Wisata ke Ambon, Nikmati Kuliner Lokal di Kopi Sibu-Sibu

Wisata ke Ambon, Nikmati Kuliner Lokal di Kopi Sibu-Sibu

Jalan Jalan
7 Hotel Dekat Kuntum Farmfield Bogor yang Cocok untuk Keluarga

7 Hotel Dekat Kuntum Farmfield Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Jalan Jalan
7 Rekomendasi Destinasi Wisata Bali, Buat Liburan Akhir Tahun Tak Terlupakan

7 Rekomendasi Destinasi Wisata Bali, Buat Liburan Akhir Tahun Tak Terlupakan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.