Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bau Nyale 2024 Akan Berpusat di Mandalika, Catat Tanggalnya

Kompas.com - 17/02/2024, 17:03 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tradisi bau nyale tahun ini akan dipusatkan di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dari pertengahan Februari 2024 sampai awal Maret 2024. 

"Untuk karnaval Bau Nyale 2024 dipusatkan di Mandalika," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sungkul, dilansir dari Antara, Sabtu (17/2/2024).

Baca juga: 4 Fakta Tradisi Bau Nyale di Lombok, Berawal dari Putri Mandalika

Sebagai informasi, bau nyale merupakan tradisi menangkap cacing laut.

Dilaporkan oleh Kompas.com, Jumat (10/2/2023), cacing laut ini diyakini masyarakat setempat sebagai jelmaan Putri Mandalika, yang bisa memberi kesejahteraan bagi siapa pun yang menghargainya.

Ada lomba baca lontar dan karnaval 

Tradisi bau nyale tahun ini akan terdiri dari sejumlah acara. Pada hari Jumat (23/2/2024), misalnya, akan ada lomba membaca lontar di Alun-alun Tastura, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Selanjutnya pada Sabtu (24/2/2024), akan ada Grand Final Pemilihan Putri Mandalika di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Baca juga:

Penampakan nyale atau cacing laut yang ditangkap di Pantai Pondok Dende, Lombok Tengah, dan dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika, Selasa (22/2/2022). Tradisi Bau Nyale digelar tiap tahun oleh masyarakat Suku Sasak di sepanjang pantai selatan Pulau Lombok pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Suku Sasak, yang tahun ini jatuh pada 22 Februari 2022.KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATI Penampakan nyale atau cacing laut yang ditangkap di Pantai Pondok Dende, Lombok Tengah, dan dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika, Selasa (22/2/2022). Tradisi Bau Nyale digelar tiap tahun oleh masyarakat Suku Sasak di sepanjang pantai selatan Pulau Lombok pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Suku Sasak, yang tahun ini jatuh pada 22 Februari 2022.

Terdapat pula tradisi presean mulai Minggu (25/2/2024) hingga Selasa (27/2/2024) di Mandalika, dilanjutkan dengan Karnaval Putri Mandalika pada Rabu (28/2/2024) di Mandalika.

Adapun Hari Bau Nyale atau proses menangkap cacing laut akan diadakan pada Kamis (29/2/2024) dan Jumat (1/3/2024).

"Untuk malam puncak Bau Nyale tetap dipusatkan di kawasan Pantai Seger di KEK Mandalika," ucap Lalu Sungkul.

Baca juga: Kisah di Balik Festival Bau Nyale Bisa Jadi Nilai Jual Pariwisata

Menurut tokoh budayawan Lombok Tengah, Lalu Agus Faturahman, keputusan waktu penyelenggaraan Hari Bau Nyale berdasarkan proses bernama Sangkep Warige.

"Hari Bau Nyale jatuh pada 29 Februari dan 1 Maret 2024. Ini hasil Sangkep Warige," tutur Lalu Agus Faturahman.

Sebelum sidang besar tersebut, sudah diadakan sidang kecil yang dihadiri pemangku adat dari delapan penjuru mata angin, tokoh agama, dan tokoh pemuda atau perwakilan dari masing-masing wilayah.

"Sidang kecil itu untuk menghimpun pendapatan para tokoh. Keputusan ini diambil berdasarkan hati nurani untuk kebersamaan masyarakat sasak," ucapnya.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Promo Tiket Pesawat ke Vietnam dari Vietjet, mulai Rp 1 Juta

Ada Promo Tiket Pesawat ke Vietnam dari Vietjet, mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Mengenal Terowongan Juliana, Lokasi Syuting Film Siksa Kubur

Mengenal Terowongan Juliana, Lokasi Syuting Film Siksa Kubur

Jalan Jalan
Vokalis Red Hot Chili Peppers Disebut Kunjungi Mentawai, di Mana Lokasinya?

Vokalis Red Hot Chili Peppers Disebut Kunjungi Mentawai, di Mana Lokasinya?

Travel Update
350.000 Wisatawan Kunjungi Semarang Saat Libur Lebaran 2024, Kota Lama Jadi Favorit

350.000 Wisatawan Kunjungi Semarang Saat Libur Lebaran 2024, Kota Lama Jadi Favorit

Travel Update
5 Wisata di Sekitar Pusat Kota Semarang, Banyak yang Gratis

5 Wisata di Sekitar Pusat Kota Semarang, Banyak yang Gratis

Jalan Jalan
Libur Lebaran 2024, Okupansi Hotel Dekat Tempat Wisata di Jawa Barat Capai 95 Persen

Libur Lebaran 2024, Okupansi Hotel Dekat Tempat Wisata di Jawa Barat Capai 95 Persen

Travel Update
Wahana dan Aktivitas Wisata di Malang Smart Arena

Wahana dan Aktivitas Wisata di Malang Smart Arena

Jalan Jalan
Malang Smart Arena: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Malang Smart Arena: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Tips Kembalikan Mood Setelah Libur Lebaran

Tips Kembalikan Mood Setelah Libur Lebaran

Travel Tips
Tips untuk Kembali ke Rutinitas Kerja Setelah Libur Panjang

Tips untuk Kembali ke Rutinitas Kerja Setelah Libur Panjang

Travel Tips
Pantai Jadi Tempat Wisata Terfavorit di Pulau Jawa Selama Lebaran 2024

Pantai Jadi Tempat Wisata Terfavorit di Pulau Jawa Selama Lebaran 2024

Travel Update
Kemenparekraf Tanggapi Turis Indonesia yang Rusak Pohon Sakura di Jepang

Kemenparekraf Tanggapi Turis Indonesia yang Rusak Pohon Sakura di Jepang

Travel Update
Aktivis Mogok Makan di Spanyol, Bentuk Protes Pembangunan Pariwisata

Aktivis Mogok Makan di Spanyol, Bentuk Protes Pembangunan Pariwisata

Travel Update
5 Tempat Wisata Dekat Masjid Al-Jabbar, Ada Mal dan Tempat Piknik

5 Tempat Wisata Dekat Masjid Al-Jabbar, Ada Mal dan Tempat Piknik

Jalan Jalan
5 Syarat Mendaki Gunung Rinjani, Pastikan Bawa E-Ticket

5 Syarat Mendaki Gunung Rinjani, Pastikan Bawa E-Ticket

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com