Minggu, 26 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma
  • #Pramuka
  • #Adinda Thomas

Ingin Naik Kereta di Museum Ambarawa? Begini Caranya

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Lokomotif uap B 5112 yang melintasi Danau Rawa Pening di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menarik gerbong kereta wisata dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang, Sabtu (24/9/2016). Lokomotif buatan pabrik Hannoversche Maschinenbau AG di Jerman tahun 1902 itu menjadi salah satu daya tarik wisata utama Museum Kereta Api Ambarawa.

AMBARAWA, KOMPAS.com - Mengisi liburan panjang atau akhir pakan bersama keluarga, cobalah menikmati tur wisata kereta api tua, mulai uap hingga diesel yang tersedia di Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah.

Di museum yang juga merupakan stasiun kuno ini, terdapat beberapa pilihan perjalanan, baik reguler maupun sewa, dengan dua alternatif kereta dan tujuan.

Untuk pilihan kereta, Anda bisa memilih menggunakan kereta uap yang berusia ratusan tahun, maupun kereta diesel kuno.

Sedangkan rute yang dipilih ada Ambarawa-Tuntang yang menyuguhkan pemandangan gunung dan melintasi Rawa Pening. Sedangkan rute Ambarawa-Bedono melintasi perbukitan, Gunung Ungaran, dan Gunung Merbabu dengan lintasan menanjak.

(BACA: Serunya Naik Kereta Tua di Museum Kereta Ambarawa)

Rute Ambarawa-Bedono hanya bisa menggunakan kereta uap, karena menggunakan roda gerigi untuk menaklukkan lintasan menanjak ke bukit.

Kepala Stasiun, sekaligus Museum Kereta Ambarawa Rahmayandi, menjelaskan ada dua jalur wisatawan, yang pertama reguler, kedua sewa.

Wisata reguler dengan kereta diesel

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Sesampainya di stasiun Tuntang, wisatawan diperbolehkan turun untuk berfoto, ke kamar kecil maupun mengeksplor stasiun tua tersebut, sembari menunggu lokomotif menukar posisinya ke depan.
“Reguler sendiri tersedia setiap akhir pekan dan tanggal merah, sifatnya rutin setiap Sabtu minggu wisatawan bisa langsung datang ke museum, membeli tiket, lalu menikmati perjalanan,” ujarnya kepada KompasTravel saat kunjungan media trip hotel GranDhika Semarang, Sabtu (17/12/2016).

Wisata kereta reguler menggunakan lokomotif diesel, yang menarik tiga gerbong tua sekaligus. Dengan gerbong yang berkapasitas 40 orang dalam tiga kali perjalanan. Selain itu hanya melayani jalur wisata Ambarawa-Tuntang, karena rute landai yang masih memungkinkan dilalui secara terus-menerus.

Wisatawan dapat memilih jam perjalanan pagi, pukul 10.00, siang pukul 12.00,  atau sore mulai pukul 14.00 WIB. Lama perjalanan pulang pergi Ambarawa-Tuntang selama satu jam.

Wisatawan dapat membeli tiket di Museum Kereta Ambarawa mulai pukul 08.00 sejak stasiun tersebut buka. Harga tiket untuk perjalanan wisata reguler Rp 50.000.

“Saran saya untuk perjalanan reguler di akhir pekan, antrelah sejak pagi hari, Anda sudah bisa memesan untuk ketiga jam perjalanan, bahkan sebelum loket dibuka. Karena ada pembatasan kuota tiap perjalanan,” ujar Rahmayandi.

Wisata sewa kereta uap maupun diesel
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Lokomotif uap langsir sebelum mendorong gerbong kereta wisata saat akan menanjak dari Stasiun Jambu menuju Stasiun Bedono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/10/2016). Jalur kereta api Ambarawa-Bedono kembali dioperasikan setelah hampir dua tahun dalam proses perbaikan.
Pilihan kedua, Anda bisa menikmati perjalanan kereta uap dengan medan perbukitan dengan cara menyewanya terlebih dahulu. Menurut Rahmayandi, jenis trip ini biasanya digunakan bersama keluarga besar, kantor, reuni, maupun grup lainnya.

Anda bisa memilih menggunakan kereta uap maupun diesel, dengan rute Ambarawa-Bedono dengan medan perbukitan, atau rute Ambarawa-Tuntang yang melewati rawa pening seperti reguler.

Untuk tujuan Tuntang bisa memilih lokomotif uap maupun lokomotif diesel, dapat disewa menyesuaikan dengan jumlah penumpang. Satu gerbong dapat memuat hingga 40 penumpang, untuk satu gerbong sendiri dapat disewa Rp 10 juta, untuk dua gerbong Rp 12,5 juta, dan tiga gerbong Rp 15 juta.

Sedangkan tujuan Bedono, hanya dapat menggunakan lokomotif uap karena lintasannya yang menanjak. Selain itu, maksimal hanya dapat menggunakan dua gerbong, dengan kapasitas sama tiap gerbong yaitu 40 orang.

Satu kali perjalanan selama tiga jam pulang pergi tersebut dapat dipesan Rp 15 juta. Dalam perjalanan ini, kereta akan melintasi perbukitan dengan dua kali pemberhentian, yaitu di Stasiun Jambu, dan di wilayah Boga Makmur untuk mengisi air dan mempersiapkan tekanan uap sebelum menanjak.

Untuk menikmati perjalanan tersebut, Anda perlu melakukan reservasi satu minggu sebelumnya. Reservasi ditujukan ke kantor PT KAI DAOP IV Semarang di Jalan MH Thamrin Nomor 3, Sekayu, Semarang, dengan membawa uang muka 10-20 persen.

Setelah itu akan keluar pemberitahuan ke Stasiun Ambarawa, dan tiga sampai dua hari sebelum perjalanan akan keluar jam perjalanan pastinya, dan wisatawan juga wajib melunasi pembayarannya.

Untuk pilihan kereta, Anda bisa memilih menggunakan kereta uap yang berusia ratusan tahun, maupun kereta diesel kuno.

Penulis: Muhammad Irzal Adikurnia
Editor : I Made Asdhiana