Bersantailah Dalam Pelukan Rindu Alam - Kompas.com

Bersantailah Dalam Pelukan Rindu Alam

Kontributor Lhokseumawe, Masriadi
Kompas.com - 20/10/2017, 08:29 WIB
Warga melihat pemandangan hutan di destinasi wisata Rindu Alam, kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.KOMPAS.com/MASRIADI Warga melihat pemandangan hutan di destinasi wisata Rindu Alam, kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Empat mobil terparkir di pinggiran lintas Jalan Kertas Kraf Aceh (KKA), Kabupaten Aceh Utara. Di depan warung sederhana itu puluhan sepeda motor juga terparkir.

Di kelilingi hutan pinus, warung itu terlihat sejuk. Di kanan warung jurang menganga, sekitar kompleks itu pohon rindang terlihat sejauh mata memandang.

Jam menunjukkan pukul 14.30 WIB saat kami tiba di lokasi itu. Puluhan remaja bersantai sambil makan siang.

(BACA: Yuk Cicipi Burger Mesrah Pendopo di Aceh)

Menunya beragam, mulai dari kari kambing, menu sayuran, ikan dan telur asin. Tersedia pula mi aceh dan aneka makanan ringan seperti kerupuk, dan minuman botol.

Tiga pekerja sibuk melayani pembeli. Sembari menikmati makanan ringan, udara tak henti-henti berembus. Sungguh sangat sejuk.

(BACA: Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen yang Hanya Ada di Pagi Hari)

Warung inilah disebut Rindu Alam. Didirikan lima bulan terakhir menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi. Di belakang warung itu, persis di atas bukit, di sediakan pula tenda kecil lengkap dengan meja. Aneka meja itu dijadikan tempat bersantai oleh pengunjung.

Warga bermain ayunan di destinasi wisata Rindu Alam, kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Warga bermain ayunan di destinasi wisata Rindu Alam, kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.
Tangga menaiki bukit itu menjadi tempat berswafoto (selfie) bagi para instagrammer. Melingkar dan ditata apik. Cukup indah bagi pecinta foto.

Bagian atas bukit itu tersedia pula jembatan yang ditata indah, ayunan dan tempat duduk untuk berfoto. Belakang lokasi itu hutan membentang sepanjang mata memandang.

Jika menjelang sore, kabut tipis membekap area hutan. Sehingga, seakan pengunjung di sana bagai dipeluk awan dan kabut saat difoto.

“Lokasi ini menjadi pilihan karena makanannya juga enak, dan tempat bersantainya juga bagus,” kata Miswardi, salah seorang pengunjung asal Kota Lhokseumawe.

Salah seorang pekerja, Muhammad, menyebutkan lokasi itu semakin ramai dikunjungi dengan pesona Gunung Salak yang kian populer. Jalan itu menghubungkan dua kabupaten yaitu Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah. Sehingga, setiap akhir pekan jalanan itu macet dipenuhi ribuan pengunjung.

“Masyarakat lokal menyebut semua kawasan ini Gunung Salak. Ini hikmah dari popularitas lokasi wisata ini,” kata Muhammad.

Warga menaiki tangga di destinasi wisata Rindu Alam, kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.KOMPAS.com/MASRIADI Warga menaiki tangga di destinasi wisata Rindu Alam, kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.
Pengunjung datang dari sejumlah kabupaten seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Jika hari biasa, pengunjung tetap banyak. Pasalnya, lintas itu digunakan menjadi jalur alternatif antara Lhokseumawe dan Bener Meriah.

“Kalau lewat jalan ini menuju Bener Meriah atau Aceh Tengah hanya dua jam, kalau lewat jalur Bireuen butuh waktu sekitar empat jam. Sehingga, ini semakin ramai orang lewat lintasan ini,” kata Miswardi.

Nah, jika melintas antar kabupaten/kota di Aceh itu, maka singgahlah di Rindu Alam, nikmati kesejukannya, makanan nan lezat serta pemandangan nan indah.

PenulisKontributor Lhokseumawe, Masriadi
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM