Pertahankan Resep Kuno, Becek Ndeso Bu Yati Digemari Para Pejabat

Kompas.com - 02/02/2019, 15:04 WIB
Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Hidangan kuliner dengan nama " becek" sudah tak asing lagi terdengar oleh telinga masyarakat Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Masakan berkuah asam yang mengandalkan olahan rendaman iga sapi sebagai senjatanya ini merupakan warisan leluhur yang telah menjadi ikon Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Dahulu kala, warga pedesaan di Kabupaten Grobogan meramu becek untuk disajikan sebagai hidangan khas saat ada hajatan rakyat saja.

Baca juga: Kuliner Bebalung Kuda Masteng Khas Lombok Dipercaya Menambah Stamina

Namun, seiring perkembangan dari masa ke masa, makanan berkuah segar yang begitu sedap menggoyang lidah itu mulai dikomersialkan.

Saat ini cukup mudah menemukan sejumlah rumah makan yang menjajakan becek di wilayah Kabupaten Grobogan.

Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).
Kata dasar "becek" sendiri diartikan selayaknya jalanan yang berair dan berlumpur. Seperti halnya becek yang disajikan dengan kuah keruh yang membanjiri mangkuk.

"Entah kapan nama becek itu mulai populer. Becek mulai dijual di warung-warung sekitar tahun 2000-an," kata Sekda Kabupaten Grobogan, Moh Sumarsono.

Baca juga: Hobi Makan Banyuwangi, Referensi Kuliner di Banyuwangi

Para pelaku usaha kuliner yang menggeluti santapan becek pada umumnya masih berupaya mempertahankan keaslian ramuan becek. Secara turun temurun resep nenek moyang itu terus dilestarikan.

Bumbu-bumbu becek lazimnya sama, diantaranya bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabai. Dikombinasikan dengan daun kedondong dan daun dayakan untuk menciptakan rasa asam pada kuah.

Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).
Sayur becek dilengkapi iga sapi, dengan sisa daging yang masih melekat pada tulang. Sumsum pada tulang sapi yang dimasak bercampur kuah dengan suhu mendidih membuat cita rasa kaldu lebih berkarakter. 

Baca juga: Inilah Sushi Khas Grobogan, Mau Tahu Isinya?

Salah satu warung makan spesial becek yang menjual cita rasa tradisional adalah warung makan "Yati Becek". Rumah makan yang berlokasi di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan ini beroperasi dari pagi hingga malam hari.

Meski letaknya jauh dari perkotaan, namun ramuan becek dari olahan tangan sang pemilik warung, Paryati (56), mampu menyedot pembeli dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, rasa becek yang disajikan langsung oleh Paryati itu digemari oleh para pejabat.

"Bupati terdahulu dan jajarannya sering jajan ke sini. Pejabat-pejabat banyak yang langganan becek saya. Becek ndeso tetapi idola para pejabat," kata Bu Yati sapaannya kepada Kompas.com, Jumat (1/2/2019).

Menurut Yati, ia mulai menggeluti bisnis kuliner becek iga sapi sekitar 27 tahun yang lalu. Semula, Yati yang hobi memasak itu berburu resep kuno becek ke pelosok-pelosok desa di wilayah Kabupaten Grobogan.

?Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO ?Paryati (56) menyajikan becek iga sapi di warungnya sekaligus kediamannya di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).
Setelah fasih mempelajari seluk beluk becek dari berbagai macam referensi, Yati pun akhirnya memutuskan membuka bisnis kuliner khusus becek iga sapi di depan rumahnya.

"Resepnya sama dengan becek-becek lainnya. Hanya saja saya punya resep rahasia yang bisa menambah kenikmatan kuah becek. Iga sapi juga saya rendam dengan bumbu khusus yang menambah nendang rasa dagingnya. Ini resep kuno yang saya peroleh dari desa ke desa dan ini rahasia," kata ibu tiga anak itu.

Tak Pelit Bumbu

Halaman:



Close Ads X