Kompas.com - 09/04/2020, 23:02 WIB
Pendaki berjalan menuju puncak Everest, Nepal, pada 22 Mei 2019. (REUTERS/Phurba Tenjing Sherpa) STRINGERPendaki berjalan menuju puncak Everest, Nepal, pada 22 Mei 2019. (REUTERS/Phurba Tenjing Sherpa)

KOMPAS.com - Kebijakan lockdown karena pandemi virus corona bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi kualitas lingkungan membaik, tetapi di sisi lain ekonomi masyarakat terancam. 

Hal ini yang terjadi dengan para sherpa, sebutan bagi pemandu dan porter Gunung Everest yang tak memiliki pendapatan. 

Dikutip dari News.com.au, saat ini, kota di bukit Pegunungan Himalaya bernama Khumjung seharusnya ramai menjelang musim pendakian Gunung Everest. 

Namun aktivitas pendakian Himalaya ditutup sementara waktu. Didukung dengan oleh penutupan perbatasan negara dan perjalanan udara.

Baca juga: Nepal Tutup Pendakian Gunung Everest karena Virus Corona

Salah satu pintu masuk Gunung Everest, Nepal menangguhkan izinan untuk seluruh ekspedisi gunung pada 12 Maret 2020.

Para sherpa mengatakan mereka menghadapi masalah yang ruit, yakni menghidupi keluarga mereka. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami pergi ke gunung bukan karena kami mau, namun karena itu adalah pilihan satu-satunya bagi kami untuk bekerja,” kata seorang sherpa kepada AFP dikutip dari News.com.au.

Musim pendakian Gunung Everest yang dimulai pada awal April hingga akhir Mei, merupakan waktu sherpa mencari nafkah.

Dari hasil kerja dua bulan tersebut, mereka mampu memberi makan keluarga sepanjang tahun.

Pendaki dalam perjalanan menuju puncak Gunung Everest di Khumbu, Nepal, 18 Mei 2013.AP PHOTO / ALPENGLOW EXPEDITIONS, Adrian Ballinger Pendaki dalam perjalanan menuju puncak Gunung Everest di Khumbu, Nepal, 18 Mei 2013.

Para pemandu biasanya mendapatkan penghasilan antara 5.000 – 10.000 dollar AS setara Rp 79-160 juta sepanjang musim pendakian Gunung Everest.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Mana Saja yang Sudah Siap Terima Wisatawan?

Desa Wisata Mana Saja yang Sudah Siap Terima Wisatawan?

Travel Update
Masih PPKM, Petugas Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Nekat Datang ke Gunungkidul

Masih PPKM, Petugas Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Nekat Datang ke Gunungkidul

Travel Update
Berapa Jumlah Desa Wisata di Indonesia?

Berapa Jumlah Desa Wisata di Indonesia?

Travel Update
Erix Soekamti Kembangkan Desa Wisata Nglinggo Secara Swadaya

Erix Soekamti Kembangkan Desa Wisata Nglinggo Secara Swadaya

Travel Update
5 Wisata Menarik di Gayo Takengon Aceh, Kunjungi Usai PPKM

5 Wisata Menarik di Gayo Takengon Aceh, Kunjungi Usai PPKM

Jalan Jalan
Syarat Karantina 14 Hari di Negara Lain untuk Umrah Bikin Biaya Lebih Mahal

Syarat Karantina 14 Hari di Negara Lain untuk Umrah Bikin Biaya Lebih Mahal

Travel Update
Syarat Umrah 2021 bagi Jemaah dari Indonesia, Karantina 14 Hari di Negara Lain

Syarat Umrah 2021 bagi Jemaah dari Indonesia, Karantina 14 Hari di Negara Lain

Travel Update
Masyarakat Indonesia Sudah Bisa Umrah Per 10 Agustus 2021, tetapi...

Masyarakat Indonesia Sudah Bisa Umrah Per 10 Agustus 2021, tetapi...

Travel Update
Daftar Stasiun KA Penyedia Layanan Vaksinasi Gratis, Mana Saja?

Daftar Stasiun KA Penyedia Layanan Vaksinasi Gratis, Mana Saja?

Travel Update
GLOW Kebun Raya Tawarkan Sensasi Jelajah Kebun Raya Bogor di Malam Hari

GLOW Kebun Raya Tawarkan Sensasi Jelajah Kebun Raya Bogor di Malam Hari

Jalan Jalan
5 Tips Wisata ke Glow Kebun Raya Bogor, Pakai Baju Putih

5 Tips Wisata ke Glow Kebun Raya Bogor, Pakai Baju Putih

Travel Tips
Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Travel Promo
Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Travel Update
Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Travel Update
Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X