Kompas.com - 29/04/2020, 21:07 WIB
ILUSTRASI - Boarding pass, paspor, kartu imigrasi ShutterstockILUSTRASI - Boarding pass, paspor, kartu imigrasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona membuat orang tidak bisa mudik Lebaran tahun ini. Pemerintah resmi mengeluarakan larangan mudik sejak Jumat (24/4/2020).

Bagi penumpang yang ingin melakukan refund, diharap dapat menghubungi perusahaan moda transportasi terkait maupun agen perjalanan masing-masing.

Kendati demikian, calon penumpang khususnya penumpang pesawat yang ingin melakukan refund justru bingung.

Sebab masih ada beberapa online travel agent (OTA) memotong nilai tiket refund atau reschedule.

Sementara itu, pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto secara terang-terangan mengatakan refund dilakukan dalam bentuk voucer 100 persen sama nilainya dengan yang sudah dikeluarkan.

Baca juga: Maskapai Dilarang Angkut Penumpang, Refund Tiket Bakal Diberi Voucher

Airlines tidak ada kewajiban kembalikan uang cash, tapi dalam voucer yang 100 persen sama nilainya dengan yang sudah dikeluarkan,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto saat teleconference dengan wartawan, Kamis (23/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi hal ini, salah satu OTA yaitu Pegipegi melalui Corporate Communications Manager, Busyra Oryza menyampaikan, bahwa Pegi-pegi mendukung kebijakan pemerintah yang mengacu pada kebijakan partner.

"Bagi pelanggan yang ingin mengajukan refund di Pegipegi, pelanggan dapat menggunakan fitur Online Refund di aplikasi Pegipegi," kata Busyra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Busyra melanjutkan, penumpang bisa mengecek detail syarat dan ketentuan untuk melakukan refund dengan mengacu pada laman resmi Pegipegi.

Baca juga: Refund Tiket via KAI Access Dipercepat, Jadi 3 Hari Kerja

Berdasarkan situs resminya, Pegipegi menuliskan terkait refund akan dikembalikan dalam bentuk voucer dan tidak dikenakan potongan (full fare).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

BrandzView
Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

Travel Update
Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Travel Update
Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Jalan Jalan
7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Jalan Jalan
Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

Travel Update
Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

Travel Update
Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

Jalan Jalan
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

Travel Update
PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

Travel Update
Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

Travel Update
IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

Travel Update
Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

Travel Update
Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

Travel Update
1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X