Pengalaman WNI di Jepang Puasa saat Pandemi Corona

Kompas.com - 30/04/2020, 09:45 WIB
Ilustrasi Jepang - Tokyo Tower. SHUTTERSTOCKIlustrasi Jepang - Tokyo Tower.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jepang memiliki waktu berpuasa kurang lebih 15 jam.

Hal ini bisa menjadi tantangan sendiri bagi orang yang terbiasa dengan durasi puasa lebih pendek di negara asalnya, salah satunya Indonesia, dengan durasi puasa 13 jam.

Lantas bagaimana pengalaman berpuasa Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang? Plus, saat ini tengah pandemi corona, yang mengharuskan orang berdiam diri di rumah untuk mencegah penyebaran.

Baca juga: Cerita WNI di Islandia, Pernah Puasa Selama 22 Jam

Salah seorang WNI bernama Eka Satria Putra yang sudah tinggal di Jepang hampir 2 tahun menceritakan kisahnya menjalani Ramadhan di tengah pandemi.

Eka mengaku, di masa pandemi corona, ia bekerja dari rumah, sehingga lebih banyak menghabiskan waktu dari rumah.

Oleh karena itu, ia lebih sering makan masakan sendiri.

"Kalau dari makanan, saya biasa buka pakai Miso Sup, terus akhir-akhir ini saya juga bikin Okonomiyaki sendiri Itu ternyata mudah banget buatnya, bentuknya kayak pancake tapi asin," kata Eka saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

"Nah saya beli bahannya dulu di luar, terus buat sendiri di rumah. Karena kalau beli di luar itu mahal," lanjutnya.

Baca juga: Kangen Takjil Tanah Air, WNI di Islandia Jualan Takjil untuk Buka Puasa

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).
Karena terbiasa sendiri di perantauan, Eka pun menjadi mahir memasak. Ia bahkan memberitahu sedikit resep dan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Okonomiyaki.

Ternyata, bahan-bahan membuatnya cukup mudah ditemukan di Jepang. Ia hanya membutuhkan sayuran, udang, tepung, lalu dicampurkan dengan susu dan telur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X