Pemulihan Pariwisata karena Corona Bisa Belajar dari Krisis Masa Lalu, Apa yang Diusulkan?

Kompas.com - 17/05/2020, 07:31 WIB
Ilustrasi wisatawan mancanegara di Indonesia. Dokumentasi Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifIlustrasi wisatawan mancanegara di Indonesia.

 

Pertama adalah pendekatan terkoordinasi global untuk membangun kembali operasional yang efektif, menghilangkan hambatan perjalanan dan membuka kembali perbatasan.

Kedua, meningkatkan pengalaman perjalanan wisatawan yang lebih baik dengan cara menambahkan komponen kesehatan dan menggabungkan teknologi terbaru, seperti perlindungan serta protokol yang diperlukan.

Adapun teknologi terbaru tersebut dilakukan pada kedua tahap yaitu sebelum vaksin dan sesudah vaksin ditemukan.

“Sebelum vaksin, mengintegrasikan pengujian dan pelacakan kontak mulai dari awal hingga titik akhir perjalanan seperti di bandara, maskapai penerbangan, hotel, tur, dan lainnya. Sesudah vaksin, mengintegrasikan stempel kesehatan digital yang mungkin dapat dilihat di informasi wisatawan sebelum perjalanan dimulai,” jelas Gloria.

Baca juga: New Normal Pariwisata Indonesia: Toilet Bersih hingga Tim Rescue

Selain itu, menerapkan protokol atau standar global yang ditentukan oleh sektor swasta perjalanan dan pariwisata, pakar kesehatan, maupun sektor publik untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri wisatawan.

Gloria juga menyebut, semua sektor hendaknya terus mendukung sektor perjalanan dan pariwisata selama fase pemulihan dengan bantuan keuangan dan promosi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan, pariwisata Indonesia diyakini dapat lebih cepat pulih dari prediksi sebelumnya.

Beberapa studi menunjukkan, sektor pariwisata membutuhkan sekitar lima tahun untuk kembali menuju normal pasca pandemi. Ia meyakini, Indonesia dapat lebih cepat pulih jika diiringi oleh harmonisasi stakeholder.

“Kita harus menormalkan sektor pariwisata kita lebih cepat. Kita harus sepenuhnya menyadari bahwa pariwisata adalah tulang punggung perekonomian,” ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X