Kompas.com - 29/05/2020, 06:35 WIB

KOMPAS.comVirtual tour mendaki empat gunung di Indonesia masuk dalam jajaran berita terpopuler Travel Kompas.com pada Kamis kemarin.

Berita populer lainnya adalah Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) Jabodetabek, wisatawan di Yogyakarta diminta patuhi protokol new normal.

Lalu tiga syarat wajib agar tempat wisata di Yogyakarta bisa dibuka kembali, serta tempat wisata di Sukabumi diserbu wisatawan saat pandemi corona.

Untuk lengkapnya, berikut berita terpopuler Travel Kompas.com pada 28 Mei 2020.

Virtual Tour Mendaki ke Empat Gunung di Indonesia, Simak Caranya

Ilustrasi Pendaki Gunung.Shutterstock Ilustrasi Pendaki Gunung.
Virtual tur menjadi peluang bagi sektor pariwisata untuk tetap berjalan di masa pandemi virus corona.

Oleh karena itu, beragam komunitas menciptakan alternatif wisatawan agar tetap bisa berwisata meski hanya dari rumah--melalui virtual.

Kali ini, Main Outdoor, mengajak masyarakat yang rindu mendaki untuk virtual tour ke empat gunung di Indonesia.

Co-Founder Main Outdoor, Rahman Mukhlis mengatakan, tur virtual ini digelar sebagai langkah terobosan baru dari terhentinya aktivitas wisata gunung karena virus corona.

"Ini bagian inovasi produk wisata gunung yang biasanya offline, karena kondisi saat ini, terbatas aktivitas sosial, dan usaha industri pariwisata menjadi terhambat. Kita perlu ada terobosan produk," kata Rahman saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Baca selengkapnya di sini.

Apa Itu SIKM? Surat Izin Keluar Masuk untuk Naik Pesawat ke Jakarta

Ilustrasi pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia. SHUTTERSTOCK/LEONY EKA PRAKASA Ilustrasi pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
PT Angkasa Pura (AP II) menambahkan syarat dokumen naik pesawat bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan udara.

Penumpang pesawat yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan melanjutkan perjalanan ke Jabodetabek harus menunjukkan Surat Izin Keluar/Masuk ( SIKM).

Berdasarkan siaran pers yang Kompas.com terima beberapa waktu lalu, surat tersebut ditunjukkan pada posko pemeriksaan (check point) yang telah disediakan oleh AP II di bandara tersebut.

Lantas, apa itu SIKM dan bagaimana cara mengurusnya? Berikut beberapa informasi seputar SIKM yang telah Kompas.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/5/2020).

Baca selengkapnya di sini.

Yogyakarta Siap Buka Pariwisata, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol New Normal

Taman Sari, wisata populer di Yogyakarta. SHUTTERSTOCK/FADLI SUANDI Taman Sari, wisata populer di Yogyakarta.
Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap menyambut New Normal atau tatanan baru kehidupan setelah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan, akan ada persiapan pariwisata mulai dari fisik maupun non fisik.

"Fisik itu berkaitan dengan kebersihan, kesehatan dan keamanan. Antara lain, fasilitas cuci tangan, kebersihan, tempat sampah dan sebagainya di semua destinasi," kata Singgih saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Adapun fasilitas tempat cuci tangan akan ada di semua destinasi wisata Yogyakarta, dan menjadi satu syarat wajib bagi tempat wisata menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pembangunan fasilitas tempat cuci tangan tersebut, kata dia, telah dibiayai oleh pemerintah.

Baca selengkapnya di sini.

3 Syarat Wajib agar Tempat Wisata Yogyakarta Bisa Dibuka Kembali

Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia telah bersiap menyambut era new normal pasca pandemi Covid-19.

Salah satu bentuk kesiapannya adalah membuat tiga syarat yang wajib dipatuhi pengelola wisata jika ingin kembali membuka tempat wisata. Apa saja tiga syarat tersebut?

"Pertama, tentu kesiapan fasilitas dari destinasi itu sendiri. Kedua, tentu ada SOP nya. Ketiga, tentu dapat rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," kata Singgih saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Baca selengkapnya di sini.

Tempat Wisata di Sukabumi Diserbu Wisatawan Saat Pandemi Corona

Antrean kendaraan wisatawan di jalur menuju objek wisata Taman Bumi Ciletuh di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. ANTARA/Aditya Rohman Antrean kendaraan wisatawan di jalur menuju objek wisata Taman Bumi Ciletuh di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Tempat wisata di Sukabumi, Taman Bumi (Geopark) Ciletuh dipadati wisatawan saat pandemi corona (Covid-19).

Dikutip dari Antara, hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara. Oleh karena itu, Yudha menilai, pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sukabumi kurang maksimal.

"Penerapan PSBB parsial yang diterapkan di 14 kecamatan belum maksimal, karena menjelang dan pasca-Idul Fitri masih banyak ditemukan aktivitas warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan mulai dari memadati pusat perbelanjaan dan saat ini giliran objek wisata yang dipadati wisatawan yang datang dari berbagai daerah," katanya, di Sukabumi, Rabu (27/5/2020).

Baca selengkapnya di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.