Gunung Ciremai Masih Pembukaan Tahap I, Pengunjung Hanya Bisa Trekking

Kompas.com - 15/07/2020, 11:40 WIB
Panorama Gunung Ciremai dari Base Camp Palutungan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl). KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPanorama Gunung Ciremai dari Base Camp Palutungan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).


KOMPAS.com - Taman Nasional Gunung Ciremai telah memasuki dua minggu penyelenggaraan wisata alam pada tahap pertama dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuswandono menegaskan, pada pembukaan tahap pertama ini hanya mengizinkan pengunjung untuk trekking dan makan minum di kantin yang telah dibuka.

"Untuk wisata kemping dan pendakian, mudah-mudahan bisa digelar pada pembukaan tahap II. Tentunya dengan mempertimbangkan hasil evaluasi pembukaan tahap I," kata Kuswandono dalam rapat bersama Masyarakat Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC), Rabu (8/7/2020) seperti dikutip laman resmi TNGC.

Baca juga: Gunung Ciremai Mulai Dibuka, Hanya untuk Trekking Satu Hari

Lanjutnya, pada pembukaan tahap pertama ini terdapat 44 lokasi wisata alam yang beroperasi dengan jenis aktivitas trekking atau jelajah alam dan penyediaan jasa makan minuman.

Pembukaan wisata alam TNGC sendiri telah dilakukan sejak 26 Juni untuk wilayah Kuningan, dan 27 Juni untuk wilayah Majalengka.

Pendaki berfoto di area puncak Gunung Ciremai, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki berfoto di area puncak Gunung Ciremai, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pembukaan Tahap I kapasitas kunjungan 30 persen

Terdapat beberapa protokol kesehatan yang wajib dipatuhi dan dilaksanakan oleh petugas serta pengunjung TNGC, salah satunya adalah pembatasan jumlah pengunjung hanya 30 persen.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dengan cara membatasi jumlah kunjungan.

Selain itu, pihak TNGC juga mewajibkan pengunjung dan petugas mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak aman.

Baca juga: Gunung Ciremai Dibuka Hanya untuk Trekking, Apa Bedanya dengan Pendakian?

Waktu operasional dikurangi

Adapun waktu operasional juga mengalami penyesuaian di masa pandemi Covid-19 yaitu mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

Selain itu, pengunjung wajib membawa kartu identitas yaitu Kartu Tanda Penduduk atau Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Pelajar atau Mahasiswa.

Bagi warga negara asing dan warga di luar Kabupaten Kuningan, Majalengka, Cirebon dan Kota Cirebon juga wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Whats Hot
Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Whats Hot
Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Jalan Jalan
Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Travel Tips
Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Whats Hot
Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Whats Hot
Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Whats Hot
PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Whats Hot
PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

Whats Hot
Lezatnya Santap 4 Kuliner Khas Daerah Ini sambil Traveling di Indonesia

Lezatnya Santap 4 Kuliner Khas Daerah Ini sambil Traveling di Indonesia

BrandzView
Tips Berkunjung ke Desa Wisata Cibuntu, Cari Waktu Terbaik

Tips Berkunjung ke Desa Wisata Cibuntu, Cari Waktu Terbaik

Travel Tips
Catat, Itinerary Seharian Liburan di Desa Wisata Cibuntu

Catat, Itinerary Seharian Liburan di Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Wisata ke Korea, Jangan Lupa Gowes di Rel Kereta di Tengah Bukit

Wisata ke Korea, Jangan Lupa Gowes di Rel Kereta di Tengah Bukit

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X