Kompas.com - 14/10/2020, 12:30 WIB
Tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Candi Arjuna di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. SHUTTERSTOCK / Reuben TeoTempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Candi Arjuna di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

KOMPAS.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara Agung Yusianto menuturkan, tahun ini pihaknya akan semakin mendorong kemajuan desa wisata.

Desa wisata di Banjarnegara memiliki berbagai macam. Ada wisata air, keluarga, dan alam,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (11/10/2020).

Agung mengatakan, pihaknya akan mengembangkan sejumlah desa wisata dengan menyediakan beberapa paket kegiatan wisata.

Baca juga: Jalan Dieng via Bawang Ramai di Internet, Disebut Tol Kahyangan

Sebagai contoh, Agung menceritakan seputar sentra industri keramik Klampok yang berada di Desa Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok.

“Kami punya ekonomi kreatif unggulan yakni keramik klampok. Bisa dijual paket-paket kegiatan wisata ke sana,” ungkap Agung.

Tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Curug Sikopel di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.SHUTTERSTOCK / Rifa Abidin Tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Curug Sikopel di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Mengutip Visit Banjarnegara, kerajinan keramik di Klampok sudah ada sejak 1957 dan dimulai oleh seorang pengrajin keramik yang mempelajari kesenian tersebut pada sekitar tahun 1935 di Bandung.

Usai mempelajari kerajinan keramik dan memimpin perusahaan keramik milik pemerintah Belanda di Klampok, pada 1957 dia mendirikan perusahaan sendiri bernama Maendalai.

Puncak kejayaan kerajinan klampok terjadi pada sekitar 1980–1990an. Namun, kerajinan tersebut masih bertahan hingga kini dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

 

Tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Telaga Dringo di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.SHUTTERSTOCK / ngatmow Tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Telaga Dringo di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Poin tambahan dalam penilaian desa wisata

Pada 2021, Agung mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan penilaian terhadap seluruh desa wisata di Kabupaten Banjarnegara.

Kendati demikian, dalam penilaian tersebut terdapat poin baru yang ditambahkan sebagai langkah adaptasi selama era new normal.

“Kami akan lakukan penilaian dari sisi kelengkapan fasilitas, dan ada tambahan poin seperti penerapan protokol kesehatan. Kami akan lakukan penilaian secara bertahap,” ungkap Agung.

Berbicara tentang pengembangan desa wisata, menurut Agung semua kembali pada masyarakat desa apakah wilayahnya ingin dikembangkan menjadi desa wisata atau tidak.

Baca juga: Ranu Kumbolo Jawa Tengah di Telaga Dringo Banjarnegara Kini Mudah Dijangkau

Hal ini lantaran jika program digencarkan dari Disparbud namun masyarakatnya masih belum siap, maka program pengembangan desa wisata akan berhenti di tengah jalan.

“Kami akan lihat dari antusiasme masyarakat melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari keinginan mereka sendiri. Nanti akan kami fasilitasi agar mereka berkembang,” ujar Agung.

“Kami lebih mendorong desa untuk tumbuh dan berkembang terlebih dahulu secara mandiri, baru nanti akan ada program-program dari pemerintahan,” lanjutnya.

 

Pemandangan Telaga Menjer, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.shutterstock/Adi purnatama Pemandangan Telaga Menjer, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Desa wisata belum berkegiatan selama pandemi

Berdasarkan data yang Kompas.com terima, Selasa (13/10/2020, Kabupaten Banjarnegara memiliki 23 desa wisata. Masing-masing desa wisata menawarkan daya tarik wisata berbeda yang menarik.

Selain Desa Dieng Kulon dengan Candi Arjuna, Kawah Sikidang, dan Dieng Culture Festival-nya, ada juga Desa Kepakisan yang memiliki Telaga Sewiwi, Curug Sirawe, dan pemandiang air hangat.

Baca juga: Rambut Gimbal, Nyai Roro Kidul, dan Permintaan Tak Biasa Para Bocah Dieng

Selanjutnya Desa Karang Tengah yang memiliki Telaga Merdada dan pembibitan kentang, serta Desa Gumelem Kulon yang menawarkan mata air panas, sentra batik tradisional, masjid kuno, kesenian ujungan, dan pandai besi.

Kemudian ada Desa Rakitan yang memiliki Goa Watu Payung dan tubing, Desa Wanayasa yang memiliki Taman Wisata, Desa Karangsari yang memiliki Taman Selfie, dan Desa Depok yang memiliki wisata tubing.

Tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Pemandangan Telaga Warna di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.SHUTTERSTOCK / Habib farindra Tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara - Pemandangan Telaga Warna di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kendati demikian, lima dari 23 desa wisata yang ada memiliki status tidak aktif yakni Desa Kasmaran, Desa Blambangan, Desa Rakitan, Desa Depok, dan Desa Karangsari.

“Setelah 1 Agustus 2020, belum ada aktivitas kegiatan. Implikasi dari lockdown terhadap desa wisata memang berat tantangannya,” pungkas Agung, Selasa.

Baca juga: 6 Telaga di Dieng, Cocok untuk Wisata Usai Dieng Culture Festival

Adapun, Desa Kasmaran menawarkan daya tarik wisata taman dek selfie dan Curug Kasmaran. Sementara Desa Blambangan memiliki pariwisata perikanan dan tubing.

Sementara lima dari 23 desa wisata masih belum aktif kembali, ada tiga desa lain yang memiliki status masih dalam tahap pembenahan yakni Desa Wanayasa.

Selanjutnya ada Desa Glempang yang memiliki bukit wisata selfie dan taman, serta Desa Kepakisan yang memiliki pemandian air panas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X