8 Tips Aman Mendaki Gunung Dempo

Kompas.com - 08/01/2021, 19:07 WIB
Objek wisata gunung Dempo yang berada di Tugu Rimau menjadi sepi pengujung semenjak adanya konflik antara harimau dan manusia. Wilayah kawasan Tugu Rimau diketahuik merupakan hutan lindung yang menjadi habitat harimau, Minggu (22/12/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAObjek wisata gunung Dempo yang berada di Tugu Rimau menjadi sepi pengujung semenjak adanya konflik antara harimau dan manusia. Wilayah kawasan Tugu Rimau diketahuik merupakan hutan lindung yang menjadi habitat harimau, Minggu (22/12/2019).

Cuaca buruk yang bisa terjadi di Gunung Dempo misalnya adalah kabut tebal dan angin kencang.

6. Mendaki di pagi-siang hari

Dalam SOP, tertera bahwa pendakian hanya bisa dilakukan pada pagi hingga sore hari. waktu pelayanan pendakian di pintu masuk (check in) mulai pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Sedangkan waktu pelayanan untuk pintu keluar pendakian (check out) sampai dengan pukul 22.00 WIB.

“Kalau di SOP kita, tidak dianjurkan untuk melakukan pendakian (di luar waktu tersebut). Batas waktu pendakian itu jam 13.00 WIB,” sambung Arindi.

7. Gunakan jasa porter atau guide

Untuk menjaga keselamatan pendaki dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan Gunung Dempo, para pendaki disarankan menggunakan jasa pemandu gunung (guide atau porter).

Guide dan porter tersebut harus yang telah terdaftar dan memiliki izin dari Posko Pengelola Pendakian Gunung Dempo, serta berasal dari masyarakat setempat.

“Kalau pemula itu sangat perlu (guide dan porter) untuk mengurangi tingkat kecelakaan, untuk mengatur manajemen pendakian,” imbuh Arindi.

8. Taat SOP dan protokol kesehatan

Terakhir, calon pendaki harus mengikuti SOP yang berlaku. Serta dalam mendaki selama pandemi Covid-19, wajib mengikuti protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, mengecek suhu badan sebelum masuk ruangan registrasi, dan menjaga jarak.

Baca juga: 11 Pendaki Kena Blacklist 2 Tahun dari Gunung Dempo, Kenapa?

“Sama membawa surat kesehatan dari asal mereka masing-masing. Tidak perlu rapid test, tapi sebenarnya kalau ada surat rapid test itu lebih baik,” ujar Arindi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X