Kompas.com - 19/04/2021, 20:36 WIB
Pelabuhan Merak tak layani penyebrangan orang pada arus mudik tahun 2021 KOMPAS.COM/RASYID RIDHOPelabuhan Merak tak layani penyebrangan orang pada arus mudik tahun 2021

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta masyarakat untuk mematuhi peraturan pemerintah terkait larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021. 

"Kami mohon betul-betul (agar) dihormati dan dipatuhi aturan pemerintah untuk tidak mudik," kata Sandiaga kepada Kompas.com saat weekly press brefing pada Senin (19/4/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. 

Baca juga: Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Ia mengingatkan, terdapat kenaikan jumlah kasus Covid-19 sebesar 94 persen pada mudik Lebaran tahun lalu serta peningkatan jumlah kasus yang mencapai 70 persen pada libur natal dan tahun baru. 

"Maka kali ini, peniadaan mudik murni kita lakukan dan garis bawahi untuk memastikan fokus pemerintah dalam menekan persebaran Covid-19 ini melalui bingkai PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro kita wujudkan," tutur Sandiaga.

Antisipasi wisatawan lokal saat mudik

Peniadaan mudik dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke tempat wisata lokal. Oleh karena itu, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) harus mengantipasi jumlah pengunjung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami memastikan (tempat) wisata lokal siap melakukan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Mudik tidak diperkenankan, berarti dalam menghabiskan libur Lebaran ini ada alternatif kunjungan (wisata) masyarakat dalam bingkai PPKM skala mikro," kata Sandiaga.

Baca juga: 5 Desa Wisata Spesial di Indonesia Versi Sandiaga Uno

 

Ia berharap semua destinasi wisata, ekonomi kreatif, dan sentra-sentra ekonomi kreatif menyiapkan diri dan mematuhi protokol kesehatan.

Adapun, beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan, antara lain membatasi kapasitas 50 persen, wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, serta testing, tracing, dan treatment atau 3T. 

Menparekraf Sandiaga Uno dalam agenda Weekly Press Briefing, yang diselenggarakan pada Senin (12/4/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.KOMPAS.com/DESY KRISTI YANTI Menparekraf Sandiaga Uno dalam agenda Weekly Press Briefing, yang diselenggarakan pada Senin (12/4/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, salah satunya adalah Gubernur Banten Wahidin Halim. 

"Kami sampaikan bahwa keputusan akhir ada di tangan pemerintah dan satgas setempat. Jika angka penularan Covid-19 meningkat, maka keputusan untuk menutup destinasi wisata, sentra-sentra ekonomi kreatif, akan ada di tangan pemerintah setempat," kata Sandiaga.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus memantau pengimplementasiannya di lapangan.

Baca juga: Sandiaga Pilih Menginap di Nepal van Java ketimbang Hotel Berbintang, seperti Apa Keindahannya?

"Pariwisata bukanlah bagian dari masalah, kita justru jadi solusi. Jika kita patuh pada protokol kesehatan, maka kita bisa kendalikan pandemi ini dan sama-sama bangkit dan pulih di tengah dan pascapandemi," ujar Sandiaga Uno.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.