Aplikasi PeduliLindungi di Hotel, Anak di Bawah 12 Tahun Bakal Sulit Menginap

Kompas.com - 07/09/2021, 18:34 WIB
Ilustrasi hotel. SHUTTERSTOCK/Monkey Business ImagesIlustrasi hotel.

 

KOMPAS.com – Aplikasi PeduliLindungi akan menjadi syarat wajib bagi tamu hotel selama tahap uji coba di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Melansir Kompas.com, Senin (6/9/2021), aplikasi tersebut akan memiliki filtering pengguna menggunakan kode warna yaitu hijau, kuning, merah, dan hitam.

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Bakal Jadi Syarat Wajib di Hotel dan Restoran

Adapun, hitam menandakan bahwa pengguna belum divaksin. Sementara itu, hanya pengguna berwarna hijau dan kuning saja yang diizinkan berkegiatan, termasuk menginap di hotel.

Syarat wajib menunjukkan bukti vaksin Covid-19 membuat orangtua yang hendak staycation tidak bisa membawa anak-anak mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pihaknya berharap ada kebijakan soal syarat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Syarat Bukti Vaksin Jadi Kendala untuk Hotel di Jakarta

“Yang namanya akomodasi, apapun itu jenisnya, merupakan rumah kedua pelancong kalau dia sedang di luar dari wilayahnya,” jelasnya kepada Kompas.com, Selasa (7/9/2021).

“Mereka datang ke hotel dengan berbagai cara. Pesan lewat online travel agent (OTA), tidak dibatasi masalah usia. Sampai di destinasi, apakah kita bisa biarkan mereka untuk tidak menginap? Akan terjadi friksi antara tamu dan hotel,” sambung Maulana.

Menurut dia, friksi antara tamu dan hotel dapat terjadi dengan asumsi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui soal syarat wajib vaksin dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Tingkat Okupansi Hotel di Puncak Cipanas Naik 70 Persen saat Akhir Pekan

Pihaknya juga keberatan akan syarat ini. Sebab, ada kemungkinan ada tamu wanita yang harus bepergian namun tidak bisa meninggalkan anak mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

“Ini bagaimana? Kita mungkin bisa iyakan (aturan wajib vaksin), tapi di lapangan akan menjadi friksi. Wajib vaksin untuk mal, mal itu pilihan sementara hotel bukan pilihan,” tegas Maulana.

“Dia harus menginap di hotel saat bepergian ke luar wilayahnya karena tidak memiliki rumah. Otomatis kemana pun itu, kalau hotel terapkan syarat ini, mereka tidak bisa menginap. Itu pertimbangan yang kita coba jelaskan,” imbuhnya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.