Kompas.com - 27/02/2022, 09:09 WIB

KOMPAS.comChernobyl merupakan suatu bekas pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada di Negara Ukraina.

Namun, pembangkit listrik itu sudah tidak lagi beroperasi karena terjadi kecelakaan pada 26 April 1986. Bahkan, kecelakaan itu menyebabkan area di sekitar Chernobyl menjadi tidak bisa dihuni manusia.

Hingga saat ini, para ilmuan telah memperkirakan zona eksklusi sejauh 19 mil atau sekitar 30 kilometer (km) di kawasan Chernobyl. Setidaknya selama 3.000 tahun kemudian, barulah kawasan tersebut baru bisa dihuni manusia, karena tingkat radiasinya yang sangat tinggi. 

Baca juga: 7 Warisan Budaya UNESCO yang Terancam Akibat Perang Rusia-Ukraina

Hingga kini, upaya penahanan dan pemantauan radiasi masih terus berlanjut dan pembersihan diperkirakan akan berlangsung hingga setidaknya tahun 2065.

Berikut adalah fakta Chernobyl di Ukraina yang perlu diketahui, dikutip oleh Kompas.com dari Foxnews.com, Sabtu (26/2/2022). 

1. Jadi anugerah untuk satwa liar

Kecelakaan itu terjadi di area “Hutan Merah” dengan luas sekitar 6 km. Hutan berwarna hijau ini menjadi coklat kemerahan dan mati karena tanaman dan pohon menyerap begitu banyak radiasi tingkat tinggi yang berbahaya. 

Pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl ditutup setelah peristiwa ledakan yang terjadi pada 1986. newscientist Pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl ditutup setelah peristiwa ledakan yang terjadi pada 1986.

Kawasan tersebut “secara paradoks telah menjadi suaka unik bagi keanekaragaman hayati,” seperti yang disebutkan di Forum Chernobyl pada 2005. 

Lantaran tak ada manusia lagi yang tinggal di kawasan tersebut, populasi satwa liar, termasuk serigala, beruang, elang, lynx, dan rusa telah meningkat dibanding sebelumnya. 

Saat mereka berkembang biak, radiasi terbukti menyebabkan adanya kelainan yang bisa membuat mereka tak bertahan hidup. 

Baca juga: Kapal Pesiar Hentikan Pelayaran ke Rusia dan Ukraina Akibat Perang

Misalnya ada burung dengan paruh yang cacat, kemudian tingkat terjadinya katarak juga tinggi, albinisme, hingga penurunan tingkat bakteri yang menguntungkan. 

2. Chernobyl jadi tempat wisata 

Zona eksklusi yang tidak bisa dihuni sejak bencana terjadi memang ada. Namun, pihak berwenang dari Ukraina membuka kawasan Chernobyl sebagai tempat wisata pada 2011. 

Wisatawan yang datang akan dipandu untuk melihat satwa liar dan menjelajahi kota-kota tak berpenghuni, ditambah dengan lanskap dari Pripyat

Kota yang dulu punya populasi mencapai lebih dari 45.000 jiwa kini benar-benar kosong dengan barang-barang yang ditinggalkan secara tergesa-gesa.

Dulunya, banyak pekerja pabrik dan keluarganya yang tinggal di tempat ini yang sekarang benar-benar menjadi kota mati. 

Demi keamanan tur di kawasan radiasi, pemandu akan membawa dosimeter atau alat pengukur radiasi. Selain itu selama ada di zona radiasi, wisatawan juga tidak diperbolehkan untuk makan ataupun merokok di luar. 

Baca juga: 10 Negara Paling Santai di Dunia, Indonesia Peringkat Pertama

Perlu diketahui juga setelah adanya miniseri “Chernobyl” di HBO, pariwisata ini juga mengalami peningkatan sebesar 40 persen. 

Halaman:


Video Pilihan

Sumber FOXNEWS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Travel Tips
Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Travel Update
Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.