Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/05/2022, 14:02 WIB

4. Kuliner Sego Tempong

Sebagai menu makan malam, wisatawan bisa mencicipi kuliner khas Banyuwangi lainnya, yakni Sego Tempong. Mengutip Tribun Travel (14/7/2020), Sego Tempong memiliki cita rasa pedas. 

Sego Tempong terdiri dari nasi putih yang dinikmati bersama sayur dan sambal mentah. Sambal khas inilah yang dikenal dengan nama sambal tempong. 

Sego Tempong bisa dinikmati bersama lauk seperti gimbal jagung, ikan asin, pepes ikan laut, ayam goreng, atau telur dadar. Sego Tempong pas dinikmati malam hari, tetapi beberapa warung juga menyediakan Sego Tempong sebagai menu makan siang. 

Wisatawan diimbau untuk segera beristirahat karena dini hari akan memulai petualangan mendaki ke Kawah Ijen. 

5. Kawah Ijen

Kawah Ijen merupakan salah satu ikon wisata Banyuwangi, meski pintu masuknya masuk Kabupaten Bondowoso. Daya tarik dari Kawah Ijen adalah fenomena api biru atau blue fire.

Berdasarkan informasi dari Kompas.com (18/6/2020), fenomena blue fire tersebut merupakan hasil reaksi dari gas belerang yang bercampur dengan oksigen pada suhu tertentu. Kondisi tersebut menghasilkan fenomena gas yang berwarna biru seperti lidah api. 

fenomena blue fire atau api biru di Kawah Ijen, Banyuwangi DOK. Shutterstock/thanmanoShutterstock/thanmano fenomena blue fire atau api biru di Kawah Ijen, Banyuwangi DOK. Shutterstock/thanmano

Tentunya, blue fire tersebut bukanlah api dalam makna sesungguhnya. Untuk melihatnya, wisatawan perlu mendaki Gunung Ijen yang memiliki ketinggian sekitar 2.443 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Pendakian dimulai dari pos pendakian Paltuding. Waktu mendaki yang terbaik adalah pukul 02.00 WIB saat baru buka, seperti dikutip dari Kompas.com (17/5/2022). 

Sebab, fenomena blue fire akan semakin mengecil menjelang fajar, yakni pukul 04.00. Sementara, pendakian menuju Kawah Ijen membutuhkan waktu sekitar dua jam. 

6. Beli oleh-oleh

Petualangan dua hari satu malam di Banyuwangi ditutup dengan membeli beberapa oleh-oleh, setelah wisatawan turun dari Kawah Ijen.

Kue Bagiak, oleh oleh khas Banyuwangi DOK. Shutterstock Kue Bagiak, oleh oleh khas Banyuwangi DOK. Shutterstock

Berdasarkan informasi dari Kompas.com (15/8/2021), oleh oleh khas Banyuwangi antara lain, kopi osing, kue bagiak, camilan ladrang sabrang, anyaman khas Desa Gintangan, dan kain batik Osing. Aneka buah tangan itu bisa ditemukan di berbagai toko oleh-oleh. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+