Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/05/2022, 18:06 WIB

KOMPAS.com - Taman Nasional (TN) Alas Purwo merupakan kawasan pelestarian dan konservasi alam yang terletak di ujung timur Pulau Jawa.

Secara administratif, Alas Purwo masuk wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Alas Purwo kerap dikaitkan dengan mistis dan angker oleh sebagian masyarakat. Namun terlepas dari kesan mistis tersebut, Alas Purwo ternyata mempunyai banyak pesona alam. 

Baca juga: TN Alas Purwo Buka Lagi untuk Wisatawan Berusia di Atas 12 Tahun

TN Alas Purwo membentang di atas lahan seluas 43.420 hektar, seperti dikutip dari laman Taman Nasional Alas Purwo

Alas Purwo mempunyai ekosistem hutan yang tergolong utuh. Mulai dari hutan pantai, hutan hujan, dataran rendah, hutan bakau, hutan bambu, sabana buatan, dan hutan tanaman.

Lebih dari 700 jenis flora dan 45 fauna ditemukan di taman nasional ini. Selain itu, banyak obyek wisata di Alas Purwo seperti pantai, habitat penyu, terumbu karang, serta laguna. 

Baca juga: 9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Baca juga: Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Jika kamu berkunjung ke ujung timur Pulau Jawa ini, maka sempatkan satu hari untuk menjelajahi keindahan Alas Purwo.

Berikut rencana perjalanan (itinerary) wisata sehari di Alas Purwo, Banyuwangi sesuai dengan rekomendasi Banyuwangi Tourism, yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi:

1. Savana Sadengan

Savana Sadengan merupakan padang gembala atau feeding ground buatan seluas sekitar 80 hektar, seperti dikutip dari laman Taman Nasional Alas Purwo. tempat ini tersebut berupa sabana yang menjadi favorit wisatawan. 

Di area hijau yang terhampar luas itu, pengunjung dapat menemukan aneka mamalia besar, seperti banteng, kijang, dan rusa di alam bebas. 

Sadengan, salah satu titik yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Sadengan, salah satu titik yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi dari Buku Informasi Balai Taman Nasional Alas Purwo, terdapat menara pandang yang tersedia bagi wisatawan untuk menikmati atraksi satwa yang sedang merumput. 

Waktu pengamatan terbaik adalah pukul 06.00-09.00 dan 15.00-18.00. Para pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda empat atau dua untuk menuju area parkir yang disediakan, sehingga tidak menggangu satwa tersebut. 

2. Pantai Plengkung atau G-Land

Pantai Plengkung juga terkenal dengan sebutan G-Land, seperti dikutip dari Kompas.com (2/8/2020). Pantai Plengkung merupakan surga bagi para peselancar domestik maupun asing. 

Ombak di pantai ini mempunyai karakteristik memanjang, tinggi, dan besar, sehingga menantang para peselancar untuk menaklukannya. Panjang ombak pantainya bisa mencapai 2 kilometer dengan ketinggian ombak hingga 8 meter

Tak heran jika ombak di Pantai Plengkung disebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawai, Amerika Serikat. Menariknya, Pantai Plengkung menyajikan berbagai pilihan tipe ombak bagi peselancar manapun yang datang. 

Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur DOK. Shutterstock Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur DOK. Shutterstock

Ombak Pantai Plengkung memiliki tiga tingkatan antara lain Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves. Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3–4 meter. 

Lalu, Speedis Waves ketinggian ombak mencapai 5–6 meter untuk peselancar tingkat sedang. Sementara Kong Waves, biasanya digunakan untuk peselancar tingkat professional, memiliki ketinggian ombak mencapai 6–8 meter. 

Kegiatan surfing biasanya dilakukan pada Maret hingga Oktober setiap tahunnya. Ombak besar Pantai Plengkung tersebut disebabkan keberadaan palung laut dan dinding karang.

Baca juga: Pantai Plengkung, Surganya Para Pecinta Surfing di Banyuwangi

Di bagian barat Pantai Plengkung, sekitar 1,2 kilometer dari garis pantai, terdapat patahan dasar laut yang membentuk palung laut. Selain itu, terdapat dinding karang yang berjarak sekitar 600 meter dari garis pantai yang mengelilingi bagian selatan Alas Purwo. 

Palung laut dan dinding karang tersebut mengakibatkan terjadinya arus bawah laut dan membentur dinding karang, sehingga menyebabkan gelombang air laut yang besar. 

3. Pantai Trianggulasi

Pantai Trianggulasi merupakan pantai berpasir putih di kawasan Alas Purwo. Pada April sampai November, pantai ini digunakan oleh empat jenis penyu untuk bertelur. Ada penyu belimbing, penyu sisik, penyu abu-abu, dan penyu hijau.

Pantai Trianggulasi di Taman Nasional Alas PurwoDok. https://tnalaspurwo.org/ Pantai Trianggulasi di Taman Nasional Alas Purwo

Nama Trianggulasi diambil dari nama titik ikat dalam pengukuran dan pemetaan yang terletak sekitar 500 dari utara pantai. Trianggulasi merupakan salah satu pantai yang mempunyai formasi hutan pantai yang masih lengkap. 

Baca juga: 4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Baca juga: Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Wisatawan bisa menikmati panorama matahari terbenam, pantai pasir putih yang masih alami, serta aneka satwa seperti  kera abu-abu, lutung, tupai, bajing, musang, rusa, kijang, babi hutan, dan biawak. 

4. Pura Alas Purwo atau Pura Luhur Giri Salaka

Tak hanya wisata alam, ternyata Alas Purwo juga memiliki destinasi wisata religi dan budaya, yaitu Pura Luhur Giri Salaka atau disebut juga Pure Alas Purwo. 

Salah satu situs bersejarah di Taman Nasional Alas PurwoArsip Humas Pemkab Banyuwangi Salah satu situs bersejarah di Taman Nasional Alas Purwo

Tempat sembahyang umat Hindu ini berada di jalan masuk ke Pantai Triangulasi. Pura ini merupakan salah satu pura bersejarah yang masih dipakai oleh umat Hindu untuk acara Pager Wesi hingga saat ini. Upacara keagamaan ini rutin diadakan setiap 210 hari sekali. 

5. Pantai Ngagelan

Selain panorama pantai, daya tarik Pantai Ngagelan adalah tempat penetasan telur penyu semi alami. Terdapat empat jenis penyu yang dikembangbiakkan di pantai ini, meliputi penyu lekang atau abu-abu, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu hijau.

Ilustrasi penyu
 Richard Segal from Pexels Ilustrasi penyu

Wisatawan yang ingin melihat proses penetasan telur penyu tersebut, bisa mengikuti petugas yang melakukan patroli pencarian telur pada malam hari. 

Adapun, puncak atau musim bertelur penyu biasanya terjadi pada Mei – September. Pada bulan-bulan tersebut, hampir setiap malam hari bisa dijumpai penyu yang sedang mendarat untuk bertelur. Anak penyu nantinya akan dilepaskan kembali ke alam bebas. 

6. Mangrove Bedul

Kawasan hutan mangrove Bedul di TN Alas Purwo merupakan hutan bakau terluas di Pulau Jawa. Hutan bakau yang masih alami itu merupakan habitat beberapa jenis burung air, seperti bangau tong-tong, pecuk ular, trinil, dan raja udang.

Menjelajahi mangrove Bedul di Taman Nasional Alas Purwo menggunakan perahuDok. https://tnalaspurwo.org Menjelajahi mangrove Bedul di Taman Nasional Alas Purwo menggunakan perahu

Selain itu, masyarakat juga mencari kerang, udang, kepiting dan ikan di kawasan ini dengan menggunakan alat tangkap tradisional. 

Wisatawan dapat menyusuri area hutan mangrove Bedul menggunakan perahu atau kano yang disewakan masyarakat setempat. 

7. Makan siang di Perahu Katamaran 

Ada kegiatan unik yang bisa dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Alas Purwo, yakni menikmati makan siang di Perahu Katamaran. 

Mengutip Antara, (29/1/2016), sembari menikmati santapan makan siang wisatawan dapat menikmati pemandangan hutan mangrove Bedul. 

Perahu Katamaran atau Gondang-Gandung ini merupakan alat transportasi warga setempat yang terdiri dari gabungan dua perahu. 

Adapun menu makan siang yang disajikan adalah ikan laut yang dibungkus dengan menggunakan daun jati.

Ikan laut yang disajikan adalah ikan Bedul yang merupakan ikan andalan hasil tangkapan warga desa setempat. Ikan tersebut disantap bersama nasi, lalapan, dan sambal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+