Kompas.com - 27/06/2022, 12:31 WIB

KOMPAS.com - Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 tidak hanya menyasar daerah pedalaman Nusantara.

Salah satu kawasan di Jakarta Barat, tepatnya Pecinan Glodok, ternyata masuk dalam 50 Besar ADWI 2022 dan punya deretan potensi untuk dieksplor.

Desa Pecinan Glodok yang berada di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat ini mengusung wisata sejarah hasil kolaborasi banyak etnis, seperti Tionghoa, Sunda, Betawi, hingga Jawa.

Baca juga: Itinerary Seharian di Glodok, Cocok Dikunjungi Saat Libur Imlek

Adapun Pecinan Glodok memiliki banyak bangunan atau tempat dengan arsitektur unik dan ornamen-ornamen China yang memiliki daya tarik wisata, seperti pusat perbelanjaan dan wisata kuliner.

Lantas, apa saja tempat yang menarik dikunjungi di Pecinan Glodok? Berikut Kompas.com rangkum daftarnya:

1. Pancoran Chinatown Point

Pancoran Chinatown Point merupakan tempat baru dan strategis yang bersejarah di Pusat Kota Jakarta.

Peserta Lunar Festival Walking Tour bersama Jakarta Good Guide berfoto di depan Pancoran ChinaTown Point, Minggu (30/1/2022)Dok. Jakarta Good Guide Peserta Lunar Festival Walking Tour bersama Jakarta Good Guide berfoto di depan Pancoran ChinaTown Point, Minggu (30/1/2022)

Pancoran Instagram Point memadukan bangunan hunian klasik-elegan, dengan area komersial serta citywalk dan mal tematik.

Adapun lokasinya yang terletak di daerah pusat perdagangan, dikenal sebagai tempat belanja grosir serta eceran untuk berbagai barang lokal dan impor.

 Baca juga: Ini Asal-usul Nama Glodok dan Pancoran di Jakarta

Beberapa dagangan di antaranya pakaian, obat China, jamu, barang elektronik, dan tempat makan.

2. Gang Gloria

Jika ingin mencari aneka kuliner, kamu bisa datang ke salah satu pusat jajanan di kawasan Pancoran-Glodok ini.

Pada masa jayanya, sejumlah restoran di Gang Gloria menjadi tempat jajanan favorit masyarakat setempat.

Pemilik kedai kopi es Tak Kie, Latif Yunus Membawa secangkir kopi di kedainya di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (2/5/2014). Kedai kopi tua ini dirintis oleh Liong Kwie Tjong, kakek dari Latif Yunus sejak 1927. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemilik kedai kopi es Tak Kie, Latif Yunus Membawa secangkir kopi di kedainya di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (2/5/2014). Kedai kopi tua ini dirintis oleh Liong Kwie Tjong, kakek dari Latif Yunus sejak 1927.

Nama Kopi Es Tak Kie, Bakmi Amoy, barber shop ko Tang, Gado-Gado Direktur, hingga Soto Betawi Afung adalah bagian dari substreet ini.

Baca juga: Potensi Desa Wisata Pecinan Glodok, Sejarah hingga Kuliner Khas

Lokasi gang ini memanjang di bekas pertokoan Gloria yang kini menjadi Pancoran ChinaTown Point. Panjangnya dari tepi Jalan Pancoran menuju Pintu Besar mencapai 120 meter.

Untuk jenis makanannya, kamu dapat menemukan beragam hidangan halal untuk Muslim dan makanan non-halal khas Negeri Tirai Bambu.

Mulai dari bakmi ayam, nasi hainan, kwetiau sapi, nasi campur, sop kambing, bakmi babi, dan siomay babi, semua bisa ditemukan di sana.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.