Kompas.com - 31/08/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Mendaki gunung adalah aktivitas yang seru dan menantang. Saat pandemi, mendaki gunung menjadi kegiatan yang semakin diminati seiring dengan semakin tingginya minat berwisata alam.

Sama seperti aktivitas wisata lainnya, mendaki gunung membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk dari segi biaya, khususnya bagi pendaki pemula.

Baca juga:

Berbeda dari para pencinta gunung yang sudah terbiasa mendaki, pendaki pemula mungkin belum semuanya tahu berapa kisaran biaya atau perlengkapan yang diperlukan.

Jika ingin tahu tips menyiapkan bujet saat pendakian dan kisarannya, simak informasi berikut ini.

Baca juga: Jangan Cuma Bawa Bekal Mi Instan Saat Mendaki Gunung, Ini Alasannya

Tips menyiapkan biaya mendaki gunung

ILUSTRASI - Tas gunungrottonara/Pixabay ILUSTRASI - Tas gunung

Eiger Adventure Service Team Galih Donikara mengatakan bahwa, biaya perlengkapan mendaki gunung yang berkualitas memang cukup mahal. Oleh karena itu, ada baiknya para pendaki menyicil sedikit demi sedikit.

"Begitu kita ingin mendaki gunung pada saat itu juga ya semuanya jadi mahal, tapi kalau kita menyicil kan tidak. Kan musim pendakian itu antara April sampai Desember, bisa dicicil sebelumnya," ujar Galih, dalam acara Travel Talk: Tips Mendaki Gunung bagi Pemula yang disiarkan daring lewat media sosial dan YouTube Kompas.com, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: 10 Gunung Tertinggi di Indonesia, Ada yang Berselimut Salju Abadi 

Ia melanjutkan, biaya perlengkapan mendaki secara lengkap bisa mencapai Rp 5 jutaan. Namun, biaya ini tidak akan terlalu terasa jika dicicil misalnya per bulan.

"Kalau misalnya bulan ini nabung sejuta untuk sepatu, bulan depan untuk sleeping bag, lalu bulan depannya lagi carrier, dan seterusnya, kan jadi tidak terasa," katanya.

Utamakan perlengkapan dengan kualitas yang baik

Menurut Galih, bujet untuk perlengkapan juga tergantung dari kepentingan pembeli terhadap barang tersebut. Ada harga ada kualitas, yang berarti jika mencari kualitas bagus, tentunya harga barang juga lebih tinggi. 

Adapun untuk perlengkapan dengan kualitas baik, kata Galih, biasanya sudah memiliki harga yang pasti. 

"Kalau ngomong sepatu yang ideal, di atas Rp 700.000 sampai Rp 1 jutaan. Carrier pun sama juga segitu, rata-rata Rp 1 jutaan. Sleeping bag di antara Rp 300.000 sampai Rp 500.000," jelasnya. 

Terkait harga pakaian, celana dibanderol mulai dari Rp 400.000, topi mulai dari Rp 120.000, kaus mulai dari Rp 300.000, dan jaket tahan air mulai dari Rp 600.000. 

Baca juga: 6 Tips Cegah Tersesat Saat Mendaki Gunung dan Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan

Ilustrasi Gunung Rinjani.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Gunung Rinjani.

Oleh karena itu, bagi para pendaki pemula, Galih menyarankan agar menabung untuk mendapatkan barang dengan kualitas yang sesuai, dibandingkan hanya mencari yang harganya murah. 

Hal ini karena perlengkapan mendaki dengan harga yang terlalu murah biasanya juga belum terjamin ketahanannya, sehingga ada kemungkinan lebih mudah rusak. 

"Kalau barang mahal sedikit saja, bisa dipakai berkali-kali sampai bertahun-tahun. Ini juga berkaitan sama perawatan ya. Karena kalau barang bagus dan mahal sekalipun tidak dirawat, ya habis juga," pesan dia. 

Baca juga: 13 Tips Mendaki Gunung saat Musim Hujan

Perhatikan juga biaya transportasi

Sama halnya dengan perlengkapan, Galih menyebutkan bahwa salah satu tips penting sebelum berangkat mendaki adalah untuk menabung.

Menurutnya, meski tiket masuk ke berbagai gunung di Indonesia terbilang murah, biaya yang cukup besar adalah transportasi dari tempat asal menuju lokasi pendakian tersebut. 

Ilustrasi mengibarkan merah putih di Gunung Rinjani.SHUTTERSTOCK/RICKY KURNIAWAN Ilustrasi mengibarkan merah putih di Gunung Rinjani.

Harga tiket masuk ke gunung-gunung Tanah Air sendiri, tamhanya, ada yang mulai Rp 15.000, Rp 20.000, dan paling mahal biasanya Rp 50.000-an.

"Mendaki gunung itu murah, yang diperhatikan adalah jarak tempuh mendakinya. Misal dari Jakarta ke Prau, itu ongkos kereta, bus, travel, dihitung berapa harganya. Itu sudah harus diperkirakan," ujar Galih. 

Contoh lain, kata dia, salah satu spot favorit bagi pendaki, yaitu Gunung Rinjani di Lombok, Nusa tenggara Barat (NTB). 

Baca juga:

Untuk menuju Lombok dari Jakarta, tentu diperlukan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari pesawat, bus, penginapan, perbekalan, dan lainnya.

"Sisihkan misalnya mau ke Rinjani tahun depan, kita nabung dari sekarang. Saat tabungan sudah cukup, tidak terlalu jadi beban," tuturnya.

Perbekalan, menurut Galih, juga bisa disiasati, baik membawa dari Jakarta ataupun beli langsung dari kota pendakian.

Namun, pendaki dianjutkan memerhatikan lagi harga-harga di daerah pendakian, karena biasanya cenderung lebih mahal dibandingkan kota asal. 

Baca juga: LIVE Travel Talk: Tips Mendaki Gunung bagi Pemula

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.