Kompas.com - 16/11/2022, 12:20 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengimbau para pelaku pariwisata dan wisatawan agar waspada terhadap peningkatan kasus subvarian baru Covid-19 Omicron XBB di Indonesia, terutama selama bepergian.

Salah satunya ialah dengan mengedepankan protokol kesehatan dan aspek CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability).

"Hati-hati para traveler, untuk terus mengedepankan protokol kesehatan, CHSE, dan penyebaran XBB Covid-19 ini untuk terus kita antisipasi," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf secara daring, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Lebih Menular, Ini 6 Gejala Umum Omicron XBB

Ia menegaskan, agar penyebaran subvarian XBB terus diantisipasi supaya tidak mengakibatkan lonjakan kasus baru yang nantinya bisa mempengaruhi pemulihan sektor parekraf di Tanah Air.

"Agar tidak mengakibatkan lonjakan kasus baru yang kemungkinan berpotensi memperburuk situasi dan berdampak negatif terhadap pemulihan sektor parekraf," tuturnya.

Sandiaga juga meminta seluruh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melakukan vaksinasi booster (dosis ketiga), yang sejauh ini terbukti ampuh mencegah penularan dan penyebaran adanya varian Covid-19 tersebut.

Baca juga: Mendominasi Kasus 3 Minggu Terakhir, Apa Itu Omicron XBB dan Gejalanya?

Sebagaimana diberitakan Kompas.com (11/11/2022), Menteri Kesehatan Budi Sadikin mengungkapkan, subvarian baru Omicron XBB ini sudah mendominasi di Indonesia sejak tiga minggu terakhir.

Ia mengungkap, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Kemenkes, sebaran XBB saat ini paling banyak ditemukan di Kota Batam, dengan persentase mencapai 48 persen.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Menurut Budi Gunadi, varian itu lebih cepat menyebar di Kota Batam lantaran dekat dengan Singapura yang mengalami lonjakan kenaikan kasus.

"XBB paling banyak di Batam karena dekat dari Singapura. Berdasarkan hasil penulusuran untuk lokasi di Batam ya, ada 48 persen. Jadi, lebih banyak di sana karena tempat keluar dan masuk atau transit," kata Budi Gunadi mengutip Kompas.com, Jumat (11/11/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.