Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/12/2022, 08:09 WIB

KOMPAS.com - Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) kini memiliki empat ladang peneluran (nesting ground) burung maleo senkawor atau Macrocephalon maleo yang terus dijaga.

Lokasinya ada di kawasan Hungayono, Pohulongo, Pilomanua, dan Ledaleda.

Baca juga: 10 Satwa Endemik Indonesia, Bisa Ditemukan di Berbagai Wilayah

Khusus untuk Pilomanua terdapat dua titik yang aktif digunakan maleo untuk bertelur.

“Kami masih terus melakukan monitoring di Ledaleda, keberadaannya antara ada dan tiada. Harapannya burung maleo masih bertelur dan lestari di sini,” ucap Kepala Seksi SPTN 1 Balai TNBNW Bagus Tri Nugroho, Rabu (30/11/2022), seperti dilansir Antara.

Adapun maleo senkawor adalah burung endemik pulau Sulawesi. Burung ini sangat bergantung pada kondisi habitat peneluran yang alami dan tidak terganggu manusia.

Baca juga: Hiu Tikus di Alor NTT Dikhawatirkan Akan Punah

Dalam proses bertelur, maleo menyimpan telurnya di dalam tanah atau pasir hangat dengan sumber energi penetasan berasal dari panas bumi atau panas matahari.

Di empat lokasi peneluran tersebut, terdapat panas bumi yang bisa membantu menetaskan telur maleo.

“Hangatnya geotermal ini menetaskan telur maleo hingga menetas, anakannya akan berjuang keluar sendiri dari dalam tanah,” tutur Bagus.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Lokasi peneluran yang terganggu oleh aktivitas manusia akan menyebabkan populasi maleo terancam, bahkan terus merosot.

Baca juga: Danau Semayang, Habitat Pesut Mahakam yang Nyaris Punah

Padahal, kini status maleo sudah terancam punah atau critically endangered.

"Pengambilan telur oleh manusia dan perubahan habitat pantai atau daratan yang akan menjadi ancaman serius bagi satwa ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, secara aministratif TNBNW terletak di dua daerah, yakni Provinsi Gorontalo untuk sisi baratnya dan Provinsi Sulawesi Utara untuk sisi timur.

Baca juga: Desa Wisata Hanjeli, Tawarkan Eduwisata Pangan yang Hampir Punah

Luas keseluruhannya mencapai sekitar 282.000 hektar, menjadikannya taman nasional darat terbesar di Sulawesi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+