Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/11/2023, 14:37 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Layaknya sistem visa terpadu Schengen di negara-negara Eropa, negara-negara Teluk juga akan memiliki visa sejenis. Sehingga, wisatawan nantinya akan mudah jika ingin berkeliling kawasan tersebut.  

"Visa ini akan memungkinkan pemegangnya melakukan perjalanan ke enam negara Teluk," ujar Menteri Ekonomi UEA Abdulla bin Touq Al-Marri, dikutip dari arabnews.com, Senin (20/11/2023).

Baca juga: Resmi, Pergi ke Eropa Bakal Bisa Ajukan Visa Schengen Secara Online

Al-Marri mengatakan, pertemuan ketujuh para menteri pariwisata negara Teluk yang diadakan awal bulan ini di Oman dengan suara bulat menyetujui peluncuran visa tersebut.

Peraturan dan undang-undang khusus sedang disiapkan, dengan rencana peluncuran visa terpadu tersebut dilakukan antara 2024 dan 2025. 

Jika sudah berlaku, wisatawan tidak perlu lagi mengajukan visa terpisah untuk mengunjungi beberapa negara Teluk dalam satu perjalanan.

Visa ini akan berlaku untuk negara-negara anggota The Gulf Cooperation Council (GCC) atau Dewan Kerjasama Teluk, aliansi politik ekonomi enam negara di Jazirah Arab yang beranggotakan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dorong pariwisata

Ilustrasi Al Ula di Arab Saudi.Dok. Unsplash/ M K Ilustrasi Al Ula di Arab Saudi.

Secara teori, visa terpadu negara Teluk akan mirip dengan visa Schengen di Eropa.

Saat ini, dengan memiliki visa Schengen, wisatawan dapat mengunjungi 27 negara yakni Austria, Belgia, Republik Ceko, Kroasia, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

"Visa baru ini akan membuka pintu bagi wisatawan, memberi mereka akses ke enam negara di bawah satu visa turis terpadu, yang akhirnya dapat mendorong sinergi ekonomi di seluruh kawasan Teluk," terang Al Marri, dilansir dari The National News.

Baca juga: Turkiye Jadi Negara dengan Pengajuan Visa Schengen Terbanyak pada 2022

Sistem visa terpadu, diharapkan dapat mendorong kawasan Teluk untuk menjadi tujuan wisata yang lebih menarik bagi wisatawan. Serta mendorong kolaborasi dan konektivitas lebih besar antara negara-negara anggota.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pariwisata GCC 2030, yang dirancang untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB melalui peningkatan perjalanan antar-GCC dan peningkatan tingkat hunian hotel," imbuhnya. 

Punya fasilitas memadai

Al-Marri juga menyoroti infrastruktur perjalanan dan pariwisata negara-negara Teluk yang canggih.

Negara-negara tersebut dikatakan memiliki total 10.649 hotel pada akhir tahun 2022, dengan Arab Saudi memiliki jumlah fasilitas tertinggi.

Baca juga: 8 Fakta Unik Dubai di Uni Emirat Arab, Banyak Pecahkan Rekor Dunia

Ia menambahkan, strategi pariwisata negara-negara Teluk pada tahun 2023-2030 bertujuan untuk meningkatkan jumlah perjalanan masuk ke wilayah tersebut setiap tahunnya, sebesar 7 persen.

Adapun jumlah pengunjung ke negara-negara Teluk mencapai 39,8 juta tahun lalu, meningkat 136,6 persen dibandingkan tahun 2021.

@kompastravel Mau cari tempat escape yang jauh dari Ibu Kota tapi cuman punya waktu satu hari? Coba deh ke Pulau Merak Kecil… Pulaunya tidak terlalu besar dan punya view yang bagus! Pulaunya bisa diexplore dalam waktu singkat.. Cuman butuh Rp. 50.000-an aja loh.. Ini nih rinciannya: Stasiun Tanah Abang- Stasiun Rangkabitung: Rp. 8.000 Stasiun Rangkasbitung-Stasiun Merak: Rp. 3.000 Stasiun Merak-Penyeberangan: Rp. 5.000 (naik angkutan kota) Penyebrangan ke Pulau Merak Kecil: Rp 7.500 Tunggu full review-nya yaa guys! #pulaumerak #shortescape #explorebanten #bantenhits #wisatabanten ? Aduh - MALIQ & D'Essentials
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com