Kompas.com - 07/04/2017, 07:12 WIB
Pelancong bermain air dan mengamati ikan kecil di Takat Sagele, kawasan Pulau Moyo, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/3/2017). Selain menjadi surga para penyelam permukaan (snorkeling), Takat Segele yang merupakan pulau mini dari karang ini juga menarik para wisatawan untuk sekadar berfoto ataupun turun dari kapal untuk menginjakkan kaki di permukaannya yang dangkal. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOPelancong bermain air dan mengamati ikan kecil di Takat Sagele, kawasan Pulau Moyo, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/3/2017). Selain menjadi surga para penyelam permukaan (snorkeling), Takat Segele yang merupakan pulau mini dari karang ini juga menarik para wisatawan untuk sekadar berfoto ataupun turun dari kapal untuk menginjakkan kaki di permukaannya yang dangkal.
EditorI Made Asdhiana

"DARATAN" yang tidak tertutup air laut, Selasa (28/3/2017) sekitar pukul 15.00 Wita, hanya sekitar 6 meter dengan lebar di bagian tengah sekitar 2 meter. Bentuknya tidak persegi panjang, tetapi lonjong.

Secuil daratan itu dikenal sebagai Takat Segele, pesona wisata lain di kawasan perairan laut Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Perairan di sekitar daratan kecil-mungil itu sangat jernih sehingga bagian dalam ”pulau” supermini tampak jelas. Di luar bagian yang kasatmata karena air sangat jernih adalah perairan dalam, seperti juga perairan di kawasan itu.

Karang-karang bercabang di sekeliling daratan mini yang masuk dalam genus Acropora tumbuh cukup subur. Di Takat Segele, tanpa perlu kacamata renang, ikan-ikan kecil berwarna-warni yang bergerak lincah terlihat jelas.

(BACA: Pulau Moyo, Ironi di Surga Dunia)

Saat berdiri di bagian tengah kawasan itu, lalu memandang ke arah barat, hanya ada hamparan laut lepas.

Sementara di sisi timur, kawasan hutan konservasi Taman Buru Pulau Moyo terlihat hijau dan masih lebat, serupa dengan daratan Sumbawa di sebelah selatan dan Pulau Medang di utara. Jika mendongak ke atas, langit biru melengkapi pesona kawasan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Takat Segele berarti gundukan kerikil karang. Pulau supermini itu seperti pulau gosong yang ditemui di tempat-tempat lain di Indonesia, seperti Kepulauan Seribu di Jakarta atau Karimunjawa di Jawa Tengah, dan biasanya terbentuk oleh endapan pecahan karang, koral, dan hewan laut lain.

(BACA: Mau ke Komodo, Lewat Sumbawa Saja)

Menurut Ikhsan Adi Maulana (35), anak buah kapal cepat (speedboat) Bintang Moyo, kapal sewaan yang melayani penyeberangan ke Pulau Moyo, gundukan kerikil karang itu merupakan sisa-sisa pengeboman ikan di perairan laut Pulau Moyo, sekitar tahun 1995 silam.

”Karang-karang yang mati akibat pengeboman dihantam arus dari berbagai arah, kemudian berkumpul di tengah. Tetapi, saat ini, di sekitar Takat Segele tidak semua karang mati. Masih banyak juga karang yang hidup,” kata Ikhsan.

Takat Segele terletak sekitar 3 kilometer dari Labuhan Haji, desa yang menjadi salah satu tempat berlabuhnya kapal penyeberangan di Pulau Moyo.

(BACA: Moyo Tak Cuma Menawarkan Pantai, Ada Air Terjun)

Saat air pasang, terutama pada sore hari, Takat Segele hanya terlihat bagian ujungnya, seperti pada Selasa petang itu. Saat air surut akan terlihat gundukan setinggi 2 meter.

Berbagai kegiatan bisa dilakukan wisatawan di Takat Segele yang luasnya sekitar 1 hektar, seperti berenang, selam permukaan (snorkeling), dan menyelam.

Area snorkeling memiliki kedalaman sampai 3 meter melingkari Takat Segele, sedangkan untuk menyelam 15-25 meter.

Sudarmadi (34), warga Labuhan Haji yang juga pemilik kapal Bintang Moyo, mengatakan, Takat Segele menjadi salah satu favorit wisatawan, baik domestik maupun asing, yang berkunjung ke Pulau Moyo.

”Para wisatawan mendapat informasi tentang Takat Segele dari internet. Jadi, begitu tiba di Moyo, mereka biasanya langsung menanyakan dan meminta diantarkan ke Takat Segele,” kata Sudarmadi.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Pengunjung bermain air dan melihat ikan kecil di Takat Sagele, Kawasan Pulau Moyo, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/3/2017). Selain menjadi surga para penyelam permukaan (snorkeling), Takat Sagele yang merupakan pulau mini dari karang ini juga menarik para wisatawan untuk sekedar berfoto ataupun terun bersandar melihat permukaan dangkal.
Takat Segele memang menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan bagi wisatawan yang datang ke Moyo.

Tak hanya wisata air, wisatawan juga dapat menikmati matahari tenggelam (sunset) dari atas kapal. ”Pengunjung dapat berada di Takat Segele hingga maghrib,” kata Sudarmadi.

Pengembangan Moyo

Selain Takat Segele, Moyo tentu saja memiliki banyak obyek wisata lain yang tak kalah indah. Sebut saja Air Terjun Mata Jitu yang populer dan menjadi tujuan utama serta pernah dikunjungi Putri Diana dari Inggris.

Obyek lain adalah Pantai Tanjung Pasir dengan pemandangan matahari terbit dan Gunung Tambora serta Pantai Ai Manis dengan hamparan pasir putih dan spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong pengembangan pariwisata di Pulau Moyo.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Muhammad Ikhsan menuturkan, saat ini ada empat investor yang telah mengajukan izin lokasi untuk membangun hotel di Pulau Moyo.

Sayang, infrastruktur jalan di pulau itu, terutama yang menuju Air Terjun Mata Jitu, masih sangat buruk karena masih berupa tanah berbatu.

Pemkab Sumbawa berencana menambah jumlah kapal yang berlayar secara rutin dari Sumbawa ke Pulau Moyo melalui kerja sama dengan investor. Hal itu dilakukan untuk memudahkan mobilitas wisatawan ke Moyo. (ZAK/HRS/MUL)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 April 2017 di halaman 23 dengan judul "Takat Segele, Pulau Supermini di Moyo".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.