4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Kompas.com - 18/02/2020, 13:08 WIB
Ilustrasi ayam penyet. shutterstock.com/selinofotoIlustrasi ayam penyet.


JAKARTA, KOMPAS.com - Stasiun Gubeng menjadi salah satu pintu gerbang untuk masuk ke Surabaya. Di sekitar Stasiun Gubeng terdapat banyak makanan yang harganya ramah di kantong dengan rasa yang pas.

Makanan yang dijajakan sekitaran Stasiun Gubeng dijual dengan harga mulai Rp 20.000 dan tidak lebih dari Rp 30.000.

Jika kamu baru datang dari perjalanan yang panjang atau menunggu kedatangan kereta api, tidak ada salahnya mencicipi makanan-makanan di bawah ini. Berikut empat rekomendasi tempat makan murah yang ada di sekitar Stasiun Gubeng, Surabaya :

Baca juga: Itinerary Weekend Hemat di Surabaya, 2 Hari 1 Malam Jelajah Heritage


1. Warung Sederhana Pojok Gubeng

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Isi tenaga dulu

Sebuah kiriman dibagikan oleh Novi Vian II (@vivianarvianti) pada 7 Nov 2016 jam 4:55 PST

 

Jika kamu turun dari Stasiun Gubeng Lama, warung satu ini bisa menjadi salah satu refrensi tempat makan untuk kamu kunjungi.

Berada di Jalan Gubeng Pojok Nomor 1A, warung ini menghadirkan makanan seperti mi goreng, nasi goreng, cap jay, nasi ayam goreng, pecel lelel, kari ayam dan masih banyak lagi.

Baca juga: 7 Jajanan Terkenal di Surabaya, Bisa Jadi Oleh-oleh

Kamu bisa mencicipi nasi ayam gorengnya. Hidangan ini terdiri dari ayam goreng kalasan dengan sambel yang pedas, nasi hangat, dan aneka sayuran yang segar. Kamu juga bisa menikmati rawon yang hangat dengan potongan daging sapi dan sayur tauge yang segar.

Warung yang sudah berdiri sejak tahun 1970-an, melayani pengunjungnya selama 24 jam. Jadi jangan khawatir bagi kamu yang datang ke Stasiun Gubeng pada tengah malam atau dini hari.

Perutmu bisa langsung terisi di Warung sederhana pojok Gubeng. Untuk harga jangan ditawar, harga makanan berkisar Rp 12.500 hingga Rp 17.500 di warung makan ini.

2. Lontong Balap Pak Gendut

Lontong balap satu ini namanya sudah terkenal di Surabaya. Salah satu tempat makan yang legendaris ini sudah menjajakan lontong balap sejak 1958.

Makanan khas Surabaya itu terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, dan kuah petis asin dan segar.

Baca juga: 6 Oleh-oleh Khas Surabaya, Spikoe hingga Almond Crispy

Untuk makanan pendamping terdapat sate usus yang empuk dan dapat menggoyang lidah. Kamu juga bisa menambahkan petis untuk memperkuat rasa gurih. Selain itu tambahkan bawang goreng yang banyak di atas makanan.

Tauge yang masih segar memiliki tekstur yang renyah, lalu juga ada tahu goreng yang empuk. Lontong Balap Asli Pak Gendut dapat dicicipi di Jalan. Prof. Dr. Moestopo Nomor 11, Surabaya (depan PDAM dan dekat Stasiun Gubeng).

Untuk harganya satu porsi lontong balap dihargai sebesar Rp 16.000. Mereka melayani pengunjung dari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.


3. Rujak Cingur Delta Plaza

Rujak cingur Delta Plaza tidak jauh dari Stasiun Gubeng. Rujak cingur adalah makanan khas Surabaya yang terdiri dari kangkung rebus, tauge, tahu, tempe, lontong, timun dan petis yang dihaluskan bersama kacang dan bawang putih.

Baca juga: Nasi Goreng Seafood Seharga Rp 1,7 Juta Dijual di Surabaya, Apa Isinya?

Tidak ketinggalan cingur atau hidung sapi yang memiliki tekstur kenyal. Rujak petis memiliki cita rasa gurih dan asin dari petis. Lalu juga ada tekstur lembut dari tahu dan lontong serta renyah dari tauge dan kangkung yang masih segar.

Selain rujak cingur rumah makan ini juga menyediakan lontong mi, rujak manis, tahu campur, gado-gado dan nasi krengsengan. Harga makanan mulai dari Rp. 19.000 hingga Rp 33.000.

Untuk sampai ke Rujak Cingur Delta Plaza kamu bisa menyebrang jalan dari Stasiun Gubeng lama menuju Monumen Kapal Selam, setelah itu terus berjalan ke sisi jalan sebelah kanan dan kamu akan menemukan Delta Plaza. Rujak cingur Delta Plaza berada di lantai 2.


4. Bakso Pak Jo

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

whatever you want, eat it ???? #Delicious #EnakBener #IndonesiaFood #GreatTaste #LikeIt #Like4Like #Follow4Follow

Sebuah kiriman dibagikan oleh Iwan (@iwanartch) pada 22 Feb 2016 jam 9:26 PST

Siapa yang tidak suka bakso? Makanan dengan bentuk bulat ini sangat akrab di lidah orang Indonesia. Kalau kamu berhenti dari Stasiun Gubeng Lama bisa mampir dan mengisi perut di Bakso Pak Jo yang berada di  Jalan Gubeng Masjid Nomor 35.

Kamu juga bisa meminta siomay goreng untuk menambah tekstur garing dalam semangkuk baksomu.

Kuah kaldu ayam juga sangat nikmat jika dipadukan bawang merah yang gurih. Terdapat banyak ragam isian dari semangkuk bakso, ada bakso alus, bakso kotak, bakso siomai, tahu goreng, dan tahu putih.

Kamu bisa memesan semangkuk bakso campur jika ingin mendapatkan semua di atas. Kamu juga tidak perlu khawatir soal harga satu porsi bakso campur plus es teh manis dihargai Rp. 24.000.

Baca juga: 6 Makanan Legendaris di Surabaya, Cocok untuk yang Lapar Tengah Malam

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X