Mau Jalan-jalan di Malioboro? Simak Panduan Protokol Kesehatannya

Kompas.com - 04/07/2020, 09:15 WIB
Kawasan Malioboro, Yogyakarta. ShutterstockKawasan Malioboro, Yogyakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut new normal, perlahan-lahan setiap daerah mulai mengizinkan kembali menghidupkan perekonomian, sekaligus pariwisata.

Salah satu contohnya, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Baru-baru ini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengizinkan sektor wisata, kuliner, dan perhotelan untuk beroperasi kembali.

"Saya komunikasikan juga dengan para bupati, jadi bagi saya tidak ada masalah silakan buka kalau mau buka hotel, rumah makan, objek wisata dan sebagainya silahkan," tegasnya, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (2/7/2020) seperti diberitakan Kompas.com.

Baca juga: Kabar Baik, Hotel hingga Tempat Wisata di DIY Boleh Buka, Ini Penjelasan Sri Sultan

Terkait hal ini, salah satu tempat di mana sektor wisata, kuliner, dan perhotelan berjalan sekaligus yaitu kawasan Jalan Malioboro, dapat diartikan kembali bergeliat.

Tertarik mengunjungi Malioboro meski masih masa pandemi?

Jangan buru-buru, kamu bisa melihat dan mengecek panduan protokol kesehatan masuk Malioboro yang telah Kompas.com rangkum sebagai berikut

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petugas Jogoboro saat mengecek suhu pengunjung Malioboro di pos pemeriksaan bagian Utara.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Petugas Jogoboro saat mengecek suhu pengunjung Malioboro di pos pemeriksaan bagian Utara.

Wajib pakai masker dan suhu tubuh diperiksa

Para pengunjung atau wisatawan yang masuk ke kawasan Malioboro akan mendapat pengawasan kesehatan secara ketat.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah membuat dua pos pengawasan yang mana setiap orang masuk ke Malioboro akan diperiksa suhu badannya dan wajib menggunakan masker.

Jika suhu tubuh pengunjung 37,4 derajat celsius ke atas, maka pengunjung tidak diizinkan masuk Malioboro.

Terdapat pagar yang dipasang di sebelah utara jalur pejalan kaki. Pagar tersebut terpasang melintang dan hanya menyisakan ruang di tengah-tengah yang cukup hanya untuk satu orang.

Baca juga: Ada Pos Pemeriksaan, Setiap Orang yang Masuk Malioboro Dicek Suhu Tubuh dan Wajib Pakai Masker

Pada pagar tersebut terpasang spanduk berukuran besar yang bertuliskan "Malioboro zona wajib bermasker. Selama di kawasan Malioboro, masker tidak boleh dilepas".

Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menerangkan, ada dua tempat di kawasan Malioboro yang dipasang pagar sebagai gerbang untuk mengecek suhu dan memastikan pengunjung menggunakan masker.

"Sisi utara ditaruh di depan Garuda Hotel (Grand Inna Malioboro), selatan di seberang Ngejaman," ujar Heroe Poerwadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2020).

 

Pengunjung Malioboro wajib diminta untuk memindai barcode yang terpasang di beberapa titik.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Pengunjung Malioboro wajib diminta untuk memindai barcode yang terpasang di beberapa titik.

Tak cukup masker, pengunjung Malioboro juga wajib scan barcode

Ketatnya Pemkot Yogyakarta dalam menerapkan protokol di Malioboro juga terwujud dengan menggunakan sistem barcode bagi pengunjung.

Fungsi barcode ini untuk mempermudah tracing jika terjadi kasus positif Covid-19 di Malioboro.

"Pengunjung kita monitor keberadaannya dengan memberlakukan barcode," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Kamis (11/06/2020).

Baca juga: Selain Pakai Masker, Pengunjung yang Masuk Malioboro Wajib Scan Barcode

Selain Malioboro, untuk Taman Pintar, Pasar Beringharjo dan Alun-alun Utara juga mulai dilakukan monitoring bagi pengunjung.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono menjelaskan barcode tidak dibagikan per orang, melainkan ditempel dan diletakkan di beberapa titik lokasi Malioboro yang terlihat jelas oleh pengunjung.

Setiap pengunjung kemudian diminta untuk memindai barcode tersebut ke smartphone-nya. Selanjutnya, akan ada data yang diminta untuk diisi pengunjung.

"Pengunjung diminta mengisi data, yang diminta NIK dan nomor HP," jelasnya.

Sadiyo kusir andong di Malioboro terapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan face shield. Dirinya juga menyekat tengah-tengah andong dengan plastik mika.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Sadiyo kusir andong di Malioboro terapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan face shield. Dirinya juga menyekat tengah-tengah andong dengan plastik mika.

Kusir Andong di Malioboro pakai masker, face shield dan memasang tirai pembatas untuk keamanan

Beberapa kusir andong yang beroperasi di kawasan Malioboro turut serta dalam mencegah penyebaran Covid-19. Mereka turut serta dengan mengenakan masker, sekaligus face shield.

Tak tanggung-tanggung, kursi andong pun dipasang tirai pembatas antara kusir dan penumpang.

Baca juga: Kusir Andong di Malioboro Kini Pakai Masker, Face Shield, dan Tirai Pembatas

Hal ini dilakukan untuk kenyamanan penumpang yang sebagian besar merupakan wisatawan tersebut.

Diberitakan Kompas.com, 18 Juni 2020, salah satu kusir andong bernama Sadiyo (63), sudah mulai beroperasi kembali.

Ia mengatakan, sebelum kembali beroperasi, dirinya sibuk mempersiapkan protokol kesehatan yaitu dengan memasang tirai pembatas sebagai penyekat antara tempat duduk kusir dan penumpang.

"Ini diberi sekat, yang beli anak saya. Ya agar aman tidak tertular virus," tegasnya.

 

Tempat duduk di Malioboro dipasang tali untuk physical distancing.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Tempat duduk di Malioboro dipasang tali untuk physical distancing.

Ada sistem zonasi di Malioboro

Melansir Antara, kawasan Malioboro diatur sedemikian rupa untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di antaranya melakukan pembagian zonasi.

Pembagian zonasi ini untuk mengatur kuota pengunjung mulai awal pekan ini.

"Kami sudah mulai mengatur kuota maksimal jumlah pengunjung di tiap zona. Tujuannya supaya tidak ada kerumunan orang di tiap zona," kata Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro Ekwanto di Yogyakarta, Kamis (2/7/2020) seperti dikutip Antara.

Penerapannya, Jalan Malioboro yang berada dari ujung utara hingga titik nol kilometer Kota Yogyakarta akan terbagi dalam lima zona, baik pedestrian timur maupun barat.

Adapun zona pertama dimulai dari Grand Inna Malioboro hingga Malioboro Mall. Zona kedua, dari Malioboro Mall-Hotel Mutiara, Zona ketiga dari Halte Transjogja 2-Suryatmajan.

Sementara untuk zona empat, dari Suryatmajan-Pabringan, dan zona lima dari Pabringan-Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Baca juga: Alasan Harus Scan Barcode Saat Memasuki Kawasan Malioboro

Selain itu, kata dia, setiap zona telah ditetapkan kuota maksimal pengunjung yang bisa berada di zona yang sama dalam satu waktu tertentu.

Para petugas di Malioboro dapat memperoleh informasi mengenai jumlah dan pergerakan pengunjung. Hal ini karena para pengunjung yang masuk ke Malioboro wajib memindai QR Code yang tersedia di tiap zona melalui smartphone-nya.

"Setiap kali berpindah zona, maka pengunjung harus melakukan 'scan' ulang. Dengan demikian, kami bisa memantau pergerakan jumlah pengunjung di tiap zona. Petugas di tiap zona akan mengingatkan pengunjung untuk selalu memindai QR Code," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Jalan Jalan
Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Jalan Jalan
Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Travel Promo
Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Travel Update
5 Tempat Wisata Gunungkidul Terbaru, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Gunungkidul Terbaru, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Jalan Jalan
Candi Ratu Boko Uji Coba Buka pada 25 September, Kuota Pengunjung 1.700 Orang

Candi Ratu Boko Uji Coba Buka pada 25 September, Kuota Pengunjung 1.700 Orang

Travel Update
Pinus Sari dan Pinus Pengger Terapkan Ganjil Genap hingga Minggu

Pinus Sari dan Pinus Pengger Terapkan Ganjil Genap hingga Minggu

Travel Update
Daftar 3 Tempat Wisata Jawa Tengah yang Buka, Bisa Dikunjungi dengan DAMRI

Daftar 3 Tempat Wisata Jawa Tengah yang Buka, Bisa Dikunjungi dengan DAMRI

Jalan Jalan
Eksplorasi Misool, Surga Dunia di Timur Indonesia

Eksplorasi Misool, Surga Dunia di Timur Indonesia

BrandzView
Fiji Berencana Sambut Kembali Turis Asing pada Akhir 2021

Fiji Berencana Sambut Kembali Turis Asing pada Akhir 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Camilan Renyah Khas Malang

5 Oleh-oleh Camilan Renyah Khas Malang

Jalan Jalan
Australia Akan Buka Perbatasan dan Uji Coba Paspor Vaksin Covid-19 pada Akhir 2021

Australia Akan Buka Perbatasan dan Uji Coba Paspor Vaksin Covid-19 pada Akhir 2021

Travel Update
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bengkulu, Water Sport di Pantai Jakat

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bengkulu, Water Sport di Pantai Jakat

Itinerary
5 Taman Hiburan Keluarga di Korea Selatan yang Cocok untuk Wisatawan Muslim

5 Taman Hiburan Keluarga di Korea Selatan yang Cocok untuk Wisatawan Muslim

BrandzView
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Makassar, Wisata Edukasi di Leang-Leang

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Makassar, Wisata Edukasi di Leang-Leang

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.